Jumat 29 Maret 2019, 19:55 WIB

SROI Berdayakan Masyarakat Dalam Pengelolaan Limbah Plastik

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
SROI Berdayakan Masyarakat Dalam Pengelolaan Limbah Plastik

Dok. Corporate Forum for Community Development (CFCD).
Peserta Workshop penerapan metode Social Return on Investment dalam pengelolaan limbah dan CSR

 

METODE Social Return on Investment (SROI) dalam penanganan limbah plastik dinilai punya manfaat yang baik,

Salah satu perusahaan yang kini tengah mempersiapkan penerapan metode tersebut ialah PT. Kaltim Nitrate Indonesia yang akan mengaplikasikannya dalam penanganan limbas pastik bekas karung kemasan amonium nitrat (bahan peledak).

Karena itu, PT. Kaltim Nitrate Indoneisa pun turut serta dalam training workshop batch 01 SROI yang digelar PT Aqua Golden Mississippi dan difasilitasi oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD).

CD Officer PT. Kaltim Nitrate Indonesia Rahmat Haryono mengatakan, metode SROI dalam perencanaan dan evaluasi program investasi sosial bagi peningkatan kinerja CSR perusahaan yang disampaikan dalam training workshop, sangat membantu perusahaannya..

"Terutama dalam menilai apakah penanganan limbah plastik yang merupakan salah satu program CSR andalan perusahaannya dapat membawa dampak manfaat yang besar atau tidak bagi masyarakat disekitar perusahaan," katanya dalam keterangan tertulis.

Peninjuan lapangan yang dilakukan di pabrik air mineral PT Aqua Golden Mississippi di Mekarsari Sukabumi Jawa barat pun, makin membuka wawasan Rahmat terkait pemberdayaan masyarakat sekitar dalam pengelolaan limbah,

Baca juga : Dibutuhkan Lebih Banyak Lagi Gerakan Daerah Larang Plastik

Kedepannya metode SROI atau timbal balik investasi sosial dari perusahaan kepada masyarakat maupun sebaliknya pada pengolahan limbah plastik perusahaan yang mencapai 16 ton, lanjut Rahmat akan terus diaplikasikan oleh perusahaannya sehingga evaluasi akan keberhasilan program dapat lebih ternilai dengan baik.

"Saat ini, PT Kaltim Nitrate Indonesia dalam mengelola limbah plastik bekas karung kemasan amonium nitrate menggandeng Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Anggrek. Hingga kini KSM Anggrek telah berhasil memasarkan ribuan tas yang didesain sedemikian rupa dari bekas karung amonium nitrate menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, training workshop SROI batch 01 yang difasilitasi oleh CFCD dan digelar di ruang meeting B-IPB convention hotel pada tahun ini diikuti oleh 9 perusahaan yang meliputi PT Mitra Adi Perdana, PT Petrokimia Gresik, PT Kaltim Nitrate Indonesia, PT Bara Energi Lestari, PT MIFA Bersaudara, PT Musimas, PT Asmin Bara Bronang, PT Cipta Forum Cipta Daya serta PT Telkom Satelit Indonesia. (RO/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More