Jumat 29 Maret 2019, 15:15 WIB

Ingin Naik MRT, Penumpang Bisa Naik Angkot Dari Lokasi Ini

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Ingin Naik MRT, Penumpang Bisa Naik Angkot Dari Lokasi Ini

MI/Putri Anisa Yuliani
Angkot yang bisa digunakan penumpang menuju stasiun MRT Lebak Bulus.

 

PENUMPANG dari berbagai daerah di dekat stasiun Moda raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus yang hendak menggunakan moda itu bisa menggunakan berbagai jenis angkutan umum. Dari berbagai angkutan umum yang melewati atau menuju Lebak Bulus, beberapa di antaranya telah terintegrasi dengan program Jak Lingko dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Beberapa area yang dilayani oleh angkot menuju Lebak Bulus adalah Terminal Ragunan, Terminal Pondok Cabe, Petukangan, Andara, Ciputat, hingga Kampung Rambutan.

Penumpang yang ingin menuju Stasiun Lebak Bulus dapat menggunakan angkot bernomor trayek D02 berwarna putih jurusan Pondok Labu-Ciputat.

Penumpang yang berasal dari Ciputat pun bisa menggunakan angkutan ini untuk menuju stasiun. Namun, jika menggunakan angkutan ini dari Ciputat, penumpang harus turun di lampu merah 'underpass' Kartini untuk kemudian berjalan kaki sejauh 300 meter menuju pintu masuk stasiun.

Sementara itu, bagi warga Ragunan bisa menggunakan angkutan Jak Lingko bernomor Jak.45 jurusan ragunan-Lebak Bulus berwarna merah.

Baca juga: Anies Bantah Tarif MRT Terlalu Mahal

Jak Lingko juga memfasilitasi warga dari Petukangan dan Andara yang hendak menggunakan MRT. Dari Andara, penumpang bisa menumpang Ok.3 berwarna biru muda.

Sementara dari Petukangan, terdapat angkutan Ok.32 berwarna merah yang siap mengantar hingga Lebak Bulus.

Untuk warga Parung, Bogor, Jawa Barat, angkutan yang melayani rute Lebak Bulus adalah angkot dengan nomor trayek 106.

Sementara itu, dari Kampung Rambutan penumpang bisa menggunakan bus Trans-Jakarta untuk sampai ke Lebak Bulus.

Dengan angkutan yang sudah berlogo Jak Lingko atau sebelumnya dikenal dengan nama OkOtrip, penumpang hanya dipungut biaya Rp5 ribu dalam jangka waktu 3 jam perjalanan dengan kombinasi angkutan umum berbasis jalan apapun yang digunakan. Sementara pengguna kartu Tapcash Dan Jakcard tidak dipungut biaya bila menggunakan angkutan Jak Lingko.

Ditemui pada Jumat (29/3), Siti, 26, warga Pamulang yang bekerja di Fatmawati mengungkapkan dirinya menggunakan angkot bernomor D15 dengan trayek Pondok Cabe-Pamulang-Lebak Bulus untuk sampai ke Lebak Bulus. Ia pun bersyukur dengan adanya MRT waktu tempuh ke tempat kerjanya menjadi lebih singkat hingga 20 menit.

"Saya turun di Stasiun Haji Nawi. Mungkin nanti kalau sudah bayar sekitar Rp6 ribu. Itu masih murah sih. Soalnya kalau sebelumnya saya harus nyambung-nyambung. Dari Lebak Bulus naik yang ke arah Kampung Rambutan lalu turun di lampu merah Fatmawati kemudian naik lagi bus yang ke arah Blok M. Kurang lebih ongkosnya sama. Tapi bus kan suka lama nunggunya. Dengan MRT lebih cepat," kata Siti.

Ia pun mengungkapkan keinginannya agar rute Jak Lingko diperluas hingga ke Tangerang Selatan. Ia mendengar dari rekan kerjanya yang bertempat tinggal di kawasan Petukangan dengan angkutan Jak lingko maka ongkos transportasi menjadi lebih murah.

"Inginnya di Tangsel pakai Jak Lingko juga tapi khusus yang rutenya ke Jakarta. Jadi kita mudah dan murah. Satu kartu bisa kemana-mana. Apalagi angkutan Jak Lingko itu sudah tidak ngetem-ngetem lagi. Jadi lebih cepat dia dibanding angkot biasa. Untuk orang kecil itu berguna sekali," ujarnya. (OL-2)

Baca Juga

MI/Yakub P Wijayaatmaja

BIN Gelar Rapid dan Swab Tes Massal di Jakarta Selatan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 23:49 WIB
Irwan menyebut pelaksanaan tes dilakukan untuk mempercepat penanganan covid-19 sesuai arahan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi...
MI/Andri Widiyanto

Kasus Covid-19 di Jakarta Makin Dekati 24 Ribu Jiwa

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 22:38 WIB
Jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 23.863 kasus. Dari jumlah tersebut, 15.006 orang dinyatakan telah...
ANTARA

Flyover Tapal Kuda Bakal Beroperasi Desember Tahun Ini

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 22:19 WIB
Menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, konsep jalan layang itu adalah untuk mempermudah pengendara untuk berputar arah...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya