Trump Kembali Ancam Tutup Perbatasan Meksiko

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Kamis, 28 Mar 2019, 21:00 WIB Internasional
Trump Kembali Ancam Tutup Perbatasan Meksiko

AFP
Perbatasan Meksiko-Amerika Serikat

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperbarui ancaman untuk menutup perbatasan AS-Meksiko yang vital. Pemimpin Negeri Paman Sam mengklaim Meksiko tidak melakukan upaya untuk menghambat aliran imigran ilegal yang masuk AS.

"Perbatasan Selatan sebaiknya ditutup!" cicit Trump dalam akun Twitter-nya, Kamis (28/3) pagi waktu setempat.

"Meksiko tidak berbuat apa-apa untuk membantu menghentikan gelombang imigran ilegal ke negara kita. Mereka hanya berbicara dan tidak bertindak," imbuhnya.

"Begitu juga Honduras, Guatemala dan El Salvador, yang mengambil keuntungan selama bertahun-tahun. Mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka seakan tidak peduli, dan membiarkan aturan yang buruk," lanjut Trump menumpahkan kekesalan.

Baca juga: Militer AS Perpanjang Misi di Perbatasan Meksiko Hingga September

Trump sebelumnya pernah menggaungkan ancaman serupa. Termasuk pada awal penutupan sebagian pemerintah federal AS (shutdown) yang menjadi terlama sepanjang sejarah. Dia bahkan bersumpah menutup seluruh perbatasan, jika Kongres AS tidak menyetujui anggaran miliaran dolar untuk pembangunan proyek tembok perbatasan.

Anggota parlemen AS menolak usulan Trump. Tidak terima, Trump mendeklarasikan darurat nasional untuk memangkas prosedur Kongres AS. Dia berupaya mencairkan anggaran demi memenuhi janji kampanye pemilihan umum (pemilu) presiden pada 2016.

Langkah Trump menuai kecaman dari Partai Demokrat dan sesama anggota Partai Republik yang memperingatkan penyalahgunaan kekuasaan presiden dan menimbulkan preseden berbahaya. Meski gelombang imigran di perbatasan terus meningkat, kekhawatiran terhadap nasib imigran mengemuka dalam satu dekade terakhir.(AFP/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More