Rabu 27 Maret 2019, 18:00 WIB

Mercedes Waspadai Perlawanan Musuh Bebuyutan di Bahrain

Antara | Olahraga
Mercedes Waspadai Perlawanan Musuh Bebuyutan di Bahrain

AFP/William West
Pembalap Mercedes Valtteri Bottas saat mengikuti seri perdana Formula 1 di Australia pada Maret 2019.

 

Kepala tim Mercedes AMG F1 Toto Wolff akan mewaspadai pertarungan ketat dengan rival mereka, Ferrari dan Red Bull, di balapan GP Bahrain akhir pekan nanti.

Mercedes meraih poin penuh setelah finis 1-2 di seri pembuka, GP Australia, dengan margin waktu yang cukup lebar dari para pesaing terdekatnya.

"Tapi pertarungan baru saja dimulai, Ferrari akan mencoba semua yang bisa mereka lakukan untuk kembali dan Melbourne menunjukkan bahwa Red Bull memiliki sesuatu yang diandalkan dalam pertarungan juga," kata  Wolff.

Valtteri Bottas mengunci kemenangan pertama bagi Mercedes musim ini, diikuti rekan satu timnya Lewis Hamilton di peringkat dua.

Rival terdekat Mercedes di Melbourne adalah Max Verstappen, yang tampil impresif dengan mobil Red Bull RB15 bermesin Honda untuk podium ketiga setelah finis dengan margin 22,520 detik dari sang juara.

Baca juga: Pecundangi Hamilton, Bottas Juarai Seri Pembuka F1

Sementara, duo pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc tertinggal jauh di P4 dan P5 dengan selisih waktu lebih dari 57 detik dari Bottas.

"Kami telah melihat potensi paket Ferrari di Barcelona, jadi kami kira mereka akan bangkit di Bahrain, dengan Red Bull juga tentunya," kata Wolff.

Ferrari telah mengantongi enam kemenangan di Bahrain. Trofi juara pertama diraih Michael Schumacer pada balapan perdana di sirkuit itu pada 2004. Kemudian Felipe Massa berjaya di Sakhir pada 2007 dan 2008.

Sedangkan Mercedes menjadi juara di sirkuit sepanjang 5,412 km yang berada di tengah gurun itu pada 2014 dan 2015 lewat Lewis Hamilton dan pada 2016 lewat Nico Rosberg.

Wolff mengungkapkan bahwa balapan di Bahrain memiliki sejumlah tantangan yang unik karena setiap sesi digelar dengan kondisi yang berbeda. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More