Aksesibilitas Disabilitas saat Pencoblosan masih Diabaikan

Penulis: MI Pada: Rabu, 27 Mar 2019, 10:10 WIB Nusantara
Aksesibilitas Disabilitas saat Pencoblosan masih Diabaikan

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Pemilih dari kalangan disabilitas

Aksesibilitas atau kemudahan yang disediakan bagi pemilih dari kalangan penyandang disabilitas dalam memberikan hak pilihnya pada Pemilu 2019 masih kurang diperhatikan, terutama bagi kaum disabilitas tunanetra.

Pasalnya, saat simulasi, penyelenggara pemilu hanya menyediakan templat surat suara berhuruf braille untuk surat suara pilpres saja. Adapun empat templat lainnya, yaitu untuk DPRD provinsi, DPRD kota/kabupaten, dan DPD-RI tidak disediakan.

"Saya kecewa, ternyata lagi-lagi kendala aksesibilitas yang belum merata. Tapi kita juga tidak menyalahkan KPU, mungkin mereka mengalami kendala," kata Ketua Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Cimahi, M Taufik, kemarin.

Kurang dari sebulan jelang hari pencoblosan, Taufik berharap KPU bisa memberikan fasilitas lebih baik lagi, apalagi dalam rangka mengurangi angka golput. "Harusnya ditunjang dengan aksesibilitas yang maksimal, terutama bagi disabilitas tunanetra yang memiliki keterbatasan dalam melihat," ujarnya.

Baca juga: Ahmad Ali Ajak Masyarakat Sambut Pemilu

Ketua Divisi Hukum KPU Cimahi, Sri Suasti, mengungkapkan, pihaknya membuat kebijakan bagi pemilih disabilitas tunanetra, yang nantinya mereka akan mendapat pendamping saat di bilik suara. "Pendampingnya berasal dari keluarga terdekat, untuk verifikasinya, kita isi dulu formulir C3 pernyataan sebagai pendamping. Kalau tidak ada, bisa petugas yang membantu," ungkap Sri.

Dari hasil evaluasi simulasi yang sudah dilakukan KPU beberapa hari lalu, Sri mengungkapkan, pihaknya juga menerima masukan dari penyandang disabilitas tunarungu. "Kemarin ada usulan dari disabilitas tunarungu yang meminta agar nama mereka dituliskan saat giliran mencoblos," tuturnya.

Adapun KPU Kota Surakarta mengatakan pihaknya tengah menggerakkan Relawan Demokrasi (Relasi) untuk mengoptimalkan sosialisasi Pemilu 2019, sebagai upaya mengantisipasi berbagai hal yang membingungkan masyarakat saat melakukan pencoblosan pada 17 April mendatang.

"Kita terus mengoptimalkan sosialisasi bersama barisan Relasi, terutama mengantisipasi kebingungan pemilih, khususnya kalangan tua," ujar Ketua KPU Surakarta, Nurul Sutarti. (DG/WJ/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More