TNI dan Kemenko Kemaritiman Teken MoU Antisipasi Kapal karam

Penulis: Golda Eksa Pada: Selasa, 26 Mar 2019, 23:08 WIB Politik dan Hukum
TNI dan Kemenko Kemaritiman Teken MoU Antisipasi Kapal karam

Dok. Pusat Penerangan TNI
MoU keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, serta kawasan konservasi perairan dan wisata bahari di Jakarta, Selasa (26/3)

TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sepakat melakukan kerja sama terkait upaya keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, serta kawasan konservasi perairan dan wisata bahari.

Kerja sama lintas instansi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), itu dilakukan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (26/3).

Informasi tertulis yang diterima Media Indonesia dari Pusat Penerangan TNI menyebutkan tujuan nota kesepahaman ialah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran melalui pertukaran informasi, khususnya terkait keterpaduan kebijakan kelautan Indonesia di sektor keselamatan pelayaran, pelindungan lingkungan maritim, kawasan konservasi perairan dan wisata bahari.

Baca juga : Menhan Jamin tidak Ada Dwifungsi TNI

Menurut Pelaksana Harian Kepala Bidang Penerangan Umum Puspen TNI Lektol Inf Abidin Tobba, maksud kesepahaman bersama itu ialah mengantisipasi agar tidak terulang insiden kecelakaan dan kandasnya kapal di wilayah konservasi perairan dan area pariwisata bahari Indonesia.

"Kesepahaman itu untuk membentuk keterpaduan kebijakan kementerian dan lembaga sesuai kewenangannya, serta menyinergikan berbagai kegiatan kementerian dan lembaga terkait keselamatan navigasi, kawasan konservasi perairan, dan wisata bahari," pungkas Abidin. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More