Rabu 27 Maret 2019, 07:20 WIB

Pelajaran Berharga Garuda Muda

(R-2) | Sepak Bola
 Pelajaran Berharga Garuda Muda

ANTARA FOTO/R. Rekotomo/
SEPAK BOLA INDONESIA VS BRUNEI

 

KALAH di dua laga per-dana dan telah ter-singkir, timnas U-23 Indonesia akhirnya mampu menutup penampilan di penyisihan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 dengan kemenangan. Menghadapi Brunei Darussalam di Stadion My Dinh, Hanoi, kemarin, 'Garuda Muda' menang dengan skor 2-1.

Dua gol kemenangan Indonesia disumbang Dimas Drajat pada menit ke-31 dan Muhammaad Rafli Syarahil (79'). Satu gol balasan Brunei tercipta dari titik penalti pada menit ke-85 melalui Azim Izzamudin .

Kemenangan atas Brunei tidak lepas dari penampilan gemilang Dimas Drajat. Selain mencetak gol, Dimas juga mampu menahan tendangan penalti di menit-menit akhir pertandingan.

Dimas menjadi kiper setelah kiper Muhamad Riyandi diusir dari lapangan setelah mendapat dua kartu kuning. Kartu kuning kedua didapat Riyandi setelah wasit menilai dirinya bergerak sebelum Izzamudin melepaskan tendangan.

"Saya tidak tahu regulasi kiper bisa terkena kartu kuning jika bergerak lebih dulu sebelum lawan melakukan tendangan penal-ti. Nanti kita akan cari referensi tentang itu," kata pelatih timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri.

Melawan Brunei, Indra Sjafri melakukan rotasi dan menurunkan pemain yang tidak tam-pil saat melawan Thailand dan Vietnam. "Laga ini sudah tidak menentukan. Tim pelatih memutuskan mencoba pemain yang belum turun," terangnya.

Ia menambahkan, evaluasi pe-nampilan tim di tiga laga Grup K akan menjadi pegangan untuk seleksi lanjutan. "Tadi banyak pergantian dan rotasi, perlu bagi kami juga memastikan pemain-pemain tersebut pantas di tim saya," tegasnya.

Belum Puas

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Gusti Randa mengapresiasi penampilan timnas senior yang kini dibesut Simon McMenemy. Dalam uji coba melawan Myanmar, Senin (25/3), tim 'Garuda' menang 2-0.

Meski demikian, Gusti meminta Simon untuk meningkatkan performa tim karena tantangan ke depan sangat berat, yakni kualifikasi Piala Asia dan Dunia. "Sejauh ini Simon cukup bagus. Namun, tentu harus ditingkatkan," katanya.

Menurut dia, PSSI sama sekali tidak mengintervensi kebijakan timnas untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Pasalnya, sejak era Edy Rahmayadi pelatih diberikan otoritas penuh untuk membangun dan mencapai tujuan yang diputuskan PSSI sehingga ruang geraknya menjadi leluasa.

Di sisi lain, Simon McMenemy mengaku senang dengan penampilan para pemainnya saat menundukkan Myanmar 2-0 di Stadion Mandalar Thiri, Myanmar. Sepasang gol kemenangan Indonesia dicetak Greg Nwokolo dan Ilija Spasojevic.

"Paling penting kami tidak kebobolan. Ini tentu akan lebih menarik ke depannya, karena pertahanan juga memperlihatkan performa bagus. Andritany melakukan penyelamatan yang bagus. Secara keseluruhan, penampilan yang luar biasa. Banyak hal positif untuk ke depannya," kata McMenemy.

Pelatih asal Skotlandia ini menambahkan, kehadiran beberapa pemain baru juga turut membantu kinerja lini tengah. Menurutnya, mereka bisa membuat peran Evan Dimas dan Rizky Pellu lebih maksimal.

"Itu, pertandingan berat, dan selalu ada keinginan untuk menang. Saya memahami tugas ini, dan menyadari apa yang diinginkan banyak orang, jadi sangat penting buat kami meraih kemenangan, dan bermain dengan bagus," tegasnya. (R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More