MUI Tegaskan Tidak Fatwakan Golput Haram

Penulis: Antara Pada: Selasa, 26 Mar 2019, 22:48 WIB Politik dan Hukum
MUI Tegaskan Tidak Fatwakan Golput Haram

mui.or.id
Logo Majelis Ulama Indonesia

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Prof. Huzaimah menegaskan bahwa MUI tidak pernah menerbitkan fatwa golput atau tidak memilih dalam Pemilu adalah haram.

"Tidak pernah MUI memfatwakan (golput) haram," kata Prof. Huzaimah dalam konferensi pers, di Kantor MUI, Jakarta, hari ini, seraya membantah pemberitaan di media soal fatwa MUI mengenai golput haram.

Ia menjelaskan bahwa MUI hanya mengimbau agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. "Kami hanya mengimbau masyarakat agar menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin," katanya.

Baca juga: KPU Apresiasi Fatwa MUI untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih 

Selain itu MUI juga merinci empat syarat yang harus dimiliki calon pemimpin yakni sidiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (aspiratif dan komunikatif), dan fatonah (cerdas atau memiliki kemampuan).    

Selain keempat syarat itu, seorang pemimpin juga harus beriman dan bertakwa. Syarat-syarat itulah, kata dia, yang harus dijadikan kriteria bagi masyarakat dalam memilih seorang pemimpin.

Sidang pleno Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Se-Indonesia III di Aula Perguruan Diniyyah Puteri, Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, Minggu (25/1/2009), memutuskan mewajibkan setiap muslim untuk menggunakan hak pilih selama ada pemimpin yang baik. Jika mereka merasa belum menemukan yang baik, umat Islam tetap dianjurkan memilih yang terbaik di antara yang buruk. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More