Rabu 27 Maret 2019, 01:15 WIB

Mayoritas Konsumen Optimistis dengan Kondisi Perekonomian

(Pra/E-2) | Ekonomi
Mayoritas Konsumen Optimistis dengan Kondisi Perekonomian

ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Pertumbuhan industri digital nasional selama kurun waktu 2011-2017 rata-rata beklisar 9,98 persen hingga 10,7 persen per tahun. Kementerian

 

Perusahaan jasa audit, konsultasi, penasihat keuangan, dan perpajakan Deloitte Indonesia memaparkan hasil riset terbaru terkait dengan perilaku konsumen di Indonesia. 

Dalam paparan berjudul Consumer Behaviour in the Digital Market, Director Consulting Deloitte Southeast Asia, Stanley Kyung Sup Song, menyampaikan sebanyak 90% masyakarat Indonesia menyatakan optimistis terhadap perekonomian Indonesia. 
Riset tersebut dilakukan dengan melakukan survei terhadap 2.000 responden di lima kota besar Indonesia dalam bentuk tatap muka.

Menurut Stanley, pihaknya telah melakukan lima kali riset sejak 2014. Terakhir untuk periode 2018 lalu. Dari lima kegiatan itu, Deloitte menemukan sejumlah poin penting terkait dengan perilaku konsumen Indonesia. 

Selain menyatakan optimisme atas perekonomian, keluarga di Indonesia dengan penghasilan di atas Rp5 juta per bulan, papar Stanley, cenderung berbelanja di luar kebutuhan, sedangkan yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta berbelanja sesuai kebutuhan hidup.

“Temuan ketiga yaitu terjadi pertumbuhan income masyarakat yang dari kelas bawah ke kelas menengah.  Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan, khususnya pada produk-produk makanan dan minuman,” ujarnya. 

Dari lima kota yang disurvei, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bandung, kata Stanley, Jakarta memiliki pasar terbesar, sedangkan kota-kota lainnya menawarkan peluang pertumbuhan yang lebih besar.

Khusus kaitannnya dengan tren belanja secara daring melalui perusahaan e-commerce yang sekarang menjamur, Deloitte menilai sentimen positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan income masyarakat merupakan dua faktor yang akan berdampak positif bagi transaksi perdagangan elektronik ini.

“Apalagi Indonesia merupakan lima besar negara dengan pengguna internet terbesar di dunia. Karena itu, jika penetrasi berjalan merata di semua daerah, bisa dibayangkan keuntungan yang didapat oleh sektor e-commerce,” jelasnya.

Satu temuan menarik lainnya mengenai perilaku konsumen ini, meski dicekoki oleh fasilitas dan media digital, keputusan mereka membeli sebuah produk ternyata lebih didorong oleh media tradi-sional seperti televisi, koran, serta rekomendasi orang lain. 

“Pada lain sisi, hanya kurang dari 5% responden yang mengaku menggunakan media digital sebagai sumber informasi dalam menentukan produk yang akan mereka beli,” ujar Stanley. (Pra/E-2)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More