Penyidik KLHK akan Periksa Gubernur Nurdin 

Penulis: (HK/JL/N-3) Pada: Selasa, 26 Mar 2019, 22:45 WIB Nusantara
Penyidik KLHK akan Periksa Gubernur Nurdin 

ANTARA FOTO/M N Kanwa
Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun

GUBERNUR Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun dan Bupati Bintan Apri Sujadi bakal diperiksa penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Keduanya diduga kuat tersangkut kasus perusakan lingkungan dan hutan akibat pertambangan bauksit.   

“Kalau dilihat dari peranannya, sangat berpotensi Gubernur Nurdin Basirun dan Bupati Apri Sujadi diperiksa penyidik sebagai saksi,” kata Kepala Balai Penegakan Hukum Wilayah Sumatra KLHK, Edward Hutapea, yang dihubungi Antara di Tanjungpinang,   Selasa (26/3).

Pria yang disapa Edo itu mengatakan pemeriksaan terhadap jajaran di Pemerintahan Bintan dan Kepri yang berhubungan dengan kasus itu masih berjalan. Belasan pejabat dari tiap-tiap pemerintahan sudah diperiksa.    

Proses penyelidikan juga mengarah kepada pihak perusahaan. Penyidik  sudah memeriksa sejumlah saksi yang bekerja di PT Gunung Bintan Abadi dan CV Swakarya. Pemeriksaan terhadap pihak lainnya dalam perusahaan itu juga dilakukan. Sejumlah saksi dari perusahaan lain juga diperiksa. “Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam kasus pertambangan bauksit pada 19 lokasi,” katanya.    

Edo mengungkapkan pihak KPK juga dilibatkan dalam kasus ini. KLHK mendukung penuh KPK untuk menyelidiki apakah ada praktik KKN dalam proses hingga pelaksanaan pertambangan bauksit di Bintan.

“Kami akan membangun sinergi dengan KPK. Kami mendukung KPK masuk kasus pertambangan bauksit di Bintan. Ini akan memperkuat proses hukum yang sudah berjalan,” tegasnya.    

Edo mengatakan, kuat dugaan ada pembiaran terhadap perusakan hutan dan lingkungan akibat pertambangan bauksit. Pemerintah daerah yang memiliki wewenang tidak melakukan tindakan berupa pencabutan seluruh izin pengangkutan­ dan penjualan bauksit, serta pencabutan IMB. “Dari hasil pemeriksaan di KLHK nanti akan ketahuan siapa melakukan apa,” ujarnya.

Sementara itu, Habibi yang  mengaku jaksa tindak pidana korupsi (tipikor) ditangkap, di Labuan Bajo, NTT. Dia kerap memeras pejabat dan pengusaha di Kota Labuan Bajo. Masyarakat resah dan melaporkannya ke aparat. Habibi pun ditangkap di sebuah hotel, kemarin pagi.

“Dari pemeriksaan, Habibi bukan pegawai negri dan bukan pegawai di Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai barat, atau jaksa dari Kejaksaan Tinggi Kupang NTT,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Yulius Sigit Kristanto.

Pelaku, jelas Sigit, merupakan warga Pulau Papagarang, Desa Papagarang Kecamatan Komodo, NTT. Saat ini pelaku tengah diperiksa intensif di Polres Manggarai Barat. “Masyarakat yang telah ditipu pelaku, kami harap melaporkannya ke Polres Manggarai Barat. Kita akan proses dan menungu pelimpahan dari kepolisian untuk segera disidangkan,” ujar Sigit. (HK/JL/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More