Konsep Naturalisasi Sungai Jakarta Belum Jelas

Penulis: Rifaldi Putra Irianto Pada: Selasa, 26 Mar 2019, 16:23 WIB Megapolitan
Konsep Naturalisasi Sungai Jakarta Belum Jelas

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Foto udara aliran Sungai Ciliwung di kawasan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta, Kamis (7/2).

PENGAMAT Perkotaan Yayat Supriyatna mengatakan bahwa konsep naturalisasi sungai yang diwacanakan Gubernur DKI Jakarta belum jelas.

"Konsep naturalisasi sungai yang diwacanakan Gubernur DKI harus jelas, ingin dijalankan dimana, dan solusinya apa, " ungkap Yayat saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jakarta, Selasa (26/3).

Ia menambahkan bahwa naturalisai sungai berbanding terbalik dengan normalisasi sungai yang sudah memiliki konsep yang matang.

"Jika normalisasi sungai konsep nya sudah jelas yakni menormalkan kondisi kapasitas sungai, mulai dari bentangnya hingga volume air sungai tersebut, " ucapnya.

Baca juga: Janji Politik Anies Mengenai Naturalisasi Sungai Belum Nampak

Menurut Yayat, selain menormalkan kondisi kapasitas sungai, pada konsep normalisai sungai juga ada solusi pelimpahan air ketika curah hujan tinggi.

Ia berharap konsep dari naturalisasi sungai dapat segera dijelaskan oleh Gubernur DKI Jakarta.

"Apakah naturalisasi dapat mengatasi banjir?, apakah naturalisasi dapat mengakibatkan penggusuran?, itu yang harus dijawab lebih dahulu, " jelasnya.

Disisi lain, Yayat juga mengatakan bahwa naturalisasi sungai tidak tepat bila dilakukan di wilayah tengah sungai jakarta dikarenakan pemukiman yang padat dan juga tebing sungai yang curam dan rawan longsor.

" Kalau di hilir sungai naturalisasi dapat dilakukan, namun kalau di wilayah tengah sungai belum tentu bisa, karna pemukiman penduduk yang padat dan juga tebing sungai terlalu curam dan rawan longsor, " tutupnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More