Kebakaran Hutan di Riau Terus Meluas hingga 2.719 Hektare

Penulis: Rudi Kurniawansyah Pada: Selasa, 26 Mar 2019, 16:30 WIB Nusantara
Kebakaran Hutan di Riau Terus Meluas hingga 2.719 Hektare

MI/RUDI KURNIAWANSYAH
Tim pemadam manggala agni KLHK Riau sedang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) di Desa Mamugo, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kemarin. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meland

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda 12 kabupaten/kota di Riau terus meluas hingga mencapai 2.719 hektare atau bertambah sekitar 700 hektare dibandingkan sepekan lalu.

Luas hutan yang telah hangus terbakar itu diperkirakan akan terus bertambah akibat cuaca kering yang melanda Riau.

"Luas lahan yang terbakar sampai dengan hari ini sekitar 2.719,69 hektare," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, kSelasa (26/3).

Dia menjelaskan, kondisi kahutla diprediksi akan terus meluas. Hal itu sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru yang masih mendeteksi titik-titik panas atau indikasi karhutla terpantau melalui pencitraan satelit terra dan aqua.

Adapun berdasarkan data satgas siaga darurat Karhutla Riau, dari total 2.719 hektare lahan terbakar, daerah terluas terjadi di Kabupaten Bengkalis. Di daerah pantai timur Riau itu, tercatat luas lahan terbakar saat ini mencapai 1.263,83 hektare.

Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Bengkalis dilanda kebakaran sepanjang awal 2019. Namun, kebakaran terparah tercatat di Pulau Rupat. Pulau yang mayoritas berkontur gambut tersebut sepanjang Februari kemarin terbakar hebat dan menyebabkan asap tebal hingga meluas ke Kota Dumai.

Selain Bengkalis, kebakaran juga terjadi di tiga wilayah lainnya di pesisir timur Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di antaranya Rokan Hilir dengan luas 407 hektare, Meranti 222,4 hektare serta Dumai 192,25 hektare.

Baca juga: Semangat Manggala Agni Mewujudkan Lingkungan Bebas Karhutla

Selain itu, karhutla juga terpantau meluas di Kabupaten Siak yang mencapai 314,5 hektare, Indragiri Hilir 107,1 hektare serta Indragiri Hulu 64,5 hektare. Selanjutnya, di Pekanbaru tercatat 37,75 hektare lahan terbakar, Kampar 26,6 hektare, Kuantan Singingi 5 hektare, dan Rokan Hulu seluas 2 hektare.

Upaya pemadaman karhutla, lanjut Edwar, melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat masih terus berlangsung. Pemadaman tidak hanya dilakukan oleh tim darat, melainkan juga diperkuat operasi pengeboman air dengan melibatkan belasan helikopter, baik dari pemerintah maupun bantuan pihak swasta.

Edwar Sanger mengungkapkan satgas Karhutla Riau telah diperkuat dengan tiga helikopter bom air atau water bombing bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Helikopter terakhir tiba di Pekanbaru dengan jenis MI X dari Palembang," pungkas Edwar.

Dengan bertambahnya satu helikopter dari BNPB tersebut, maka saat ini terdapat 10 helikopter dari BNPB, KLHK, TNI AU, dan swasta yang siap melakukan water bombing di lokasi kebakaran hutan di Riau. Selain itu satgas udara juga diperkuat pesawat cassa 212 yang telah menyemai sebanyak 20 ton garam untuk proses hujan buatan.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More