Selasa 26 Maret 2019, 03:30 WIB

Kemendag Targetkan Transaksi TEI Lebih Besar di 2019

Pra/E-3) | Ekonomi
Kemendag Targetkan Transaksi TEI Lebih Besar di 2019

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Seorang pengunjung mengamati produk dalam Trade Expo Indonesia ke-33 di Tangerang

 

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) menargetkan angka transaksi yang lebih besar pada pergelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019. Pada tahun lalu, nilai transaksi dalam pameran perdagangan terbesar di Indonesia itu mencapai US$8,49 miliar atau lebih besar lima kali lipat daripada target yang dicanangkan, yakni US$1,5 miliar. Adapun raihan pada 2017 hanya US$1,4 miliar.

“Untuk tahun ini kami targetkan angka lebih besar. Lebih tinggi daripada capaian pada tahun lalu,” ucap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda dalam peluncuran gelaran ke-34 TEI di Jakarta, Senin (25/3).

Dari segi pengunjung, Arlinda berharap jumlah tamu yang datang pada TEI di ICE BSD, Tangerang Selatan, 16-20 Oktober 2019 itu akan lebih besar ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai 33.333 orang selama lima hari pelaksanaan.

“Dengan jumlah pengunjung lebih besar, potensi peningkatan pembelian akan lebih besar juga. Kami akan berupaya lebih keras menampilkan produk-produk menarik sehingga dapat menggaet lebih banyak transaksi,” ucapnya.

Arlinda menjelaskan TEI tahun ini bakal disosialisasikan ke negara-negara mitra melalui kolaborasi antara Kemendag dan semua perwakilan RI di luar negeri.

Dia mengakui ­beberapa perwakilan yang telah ditugaskan Kemendag di antara-nya 23 atase perdagangan, 19 kantor Indonesian Trade Promotion Center, 1 konsul perdagangan di Hong Kong, 1 Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Taipei, dan 1 duta besar WTO di Jenewa.

Untuk mencapai target itu, Kementerian Perdagangan, seperti sebelum-sebelumnya, juga menggandeng Kementerian Luar Negeri sebagai pihak yang bertugas menjalankan diplomasi ekonomi di luar negeri.

“Diplomasi ekonomi ialah tugas dan fungsi Kemenlu, terutama untuk penyelenggaran TEI. Di berbagai direktorat jenderal regional, kami masing-masing punya kegiatan yang berujung di satu muara. Intinya kami berupaya membawa banyak pembeli potensial terutama dari negara-negara nontra­disional. Kami sangat mendorong terciptanya diversifikasi pasar bagi produk Tanah Air,” jelas Sekretaris Ditjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Ratu Silvy Gayatri. (Pra/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More