Hadapi Era 4.0, UNJ Wajibkan Mata Kuliah Big Data dan Coding

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Senin, 25 Mar 2019, 20:40 WIB Humaniora
Hadapi Era 4.0, UNJ Wajibkan Mata Kuliah Big Data dan Coding

MI/Oebai
PLT Rektor UNJ Prof Dr Intan Ahmad didampingi para Wakil Rektor tengah berbincang dengan pers di sela-sela wisuda UNJ di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (24/3).

DALAM menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0, setiap kampus di Tanah Air kini terus berbenah agar tidak terlibas roda zaman yang terus maju. Untuk itu, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengembangkan mata kuliah Pengantar Data Besar dan Pemprograman (Introducing to Big Data and Coding).

Sebagai salah satu Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) terkemuka di Indonesia, kini UNJ akan mewajibkan mahasiswa baru mengikuti mata kuliah Big Data dan Pemrograman tersebut, dari yang semula pilihan, kini menjadi wajib mulai Tahun Ajaran 2019/2020.

"Tantang era revolusi industri 4.0 harus dihadapi dengan inovasi, karena itu UNJ akan mewajibkan seluruh mahasiswa baru, bidang program studi atau prodi sains ataupun sosial mengikuti mata kuliah Big Data dan Coding. Kita semua sadar kini tidak ada bidang yang tidak bersentuhan dengan teknologi informasi dan komunikasi atau TIK," ungkap Plt Rektor UNJ, Prof Dr Intan Ahmad, di sela-sela Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana UNJ, di kawasan JIEXpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (24/3).

Dalam keterangan yang diterima, Senin (25/3), Guru Besar Institut Teknologi Bandung ini mengutarakan terdapat tiga ciri utama amat menonjol di era revolusi industri 4.0, yakni digitalisasi. otomatisasi, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.E ra 4.0 menyebabkan perubahan tatanan kehidupan manusia yang disebabkan evolusi teknologi.

Dikatakan, UNJ juga mengembangkan program lainnya guna menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kompetisi di era Revolusi Industri 4.0. misalnya melalui, blended learning dan model perkuliahan yang menekankan pada kemampuan inovasi dan kreativitas.

Dalam kesempatan itu, mantan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi itu menukil laporan dari the Mc Kinsey Global Institute (2017) menyatakan bahwa 50% pekerjaan yang ada di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan saat ini melibatkan 328,9 juta pekerja.


Baca juga: Mensos: Tagana Berkontribusi Nyata bagi Bangsa


Pekerjaan itu berpotensi tidak perlu lagi dikerjakan oleh manusia, karena sudah tergantikan dengan robot. Begitu pula bidang manufacturing, 64% akan digantikan alat otomatis. Padahal, sektor ini menyerap sekitar 237,4 juta pekerja di seluruh dunia.

Lalu bidang perdagangan atau ritel yang menyerap sekitar 187,5 pekerja, sebesar 54% dari pekerjaan yang ada di bidang itu juga akan tergantikan robot. Kendati, tidak total berubah semuanya, tetapi diakui arus perubahan besar teknologi sebagai sebuah keniscayaan yang harus dihadapi.

Tentu saja, perubahan ini menjadi permasalah juga tantangan baru yang harus disikapi dengan langkah langkah inovasi dan kreativitas dunia kampus bersama sama untuk menyiapkan generasi unggul yang pantang menyerah menghadapi gelombang tantangan global ini.

Intan mengutarakan kegembiraannya dalam wisuda kali ini dapat menjalin kolaborasi internasional dengan perguruan tinggi internasional dari Filipina. Kali ini, UNJ mewisuda 13 doktor bidang olahraga dari sejumlah perguruan tinggi di Filipina.

Pada periode Maret ini UNJ mewisuda 1.760 orang lulusan dari program D3 (74 orang), Program RPL (22 orang), S1 (1.249 orang), S2 (269 orang) dan program S3 (146 orang).

Secara keseluruhan jumlah alumni UNJ saat ini telah mencapai 117.855 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini juga ditampilkan sejumlah wisudawan UNJ yang berhasil meraih prestasi nasional dan internasional yang membawa harum nama Indonesia di dunia, di antaranya para atlet yang meraih 7 medali Asian Games di Jakarta tahun lalu. (RO/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More