Pengistimewaan Impor Bawang Putih Ciptakan Rente

Penulis: (Pra/E-3) Pada: Senin, 25 Mar 2019, 06:40 WIB Ekonomi
 Pengistimewaan Impor Bawang Putih Ciptakan Rente

JOHN LEWAR

KEBIJAKAN pemerintah mengistimewakan Bulog untuk mengimpor bawang putih tanpa kewajiban menanam 5% dari total volume impor dipandang hanya akan menimbulkan rente komoditas ini semakin besar.

Indef menilai ini juga bertendensi pelanggaran persaingan usaha. Alih-alih bisa menstabilkan harga, hak konsumen untuk mendapat harga lebih murah pun dipertaruhkan.

"Bawang putih itu apa harus diurusi pemerintah? Saya justru curiga kalau itu dilakukan pemerintah hanya motif rente-rente ekonomi," kata peneliti Indef Sugiyono Madelan di Jakarta, Sabtu (23/3).

Ia pun tidak setuju pada diskresi terhadap BUMN secara umum dan Bulog secara khusus. Perlakuan istimewa terhadap BUMN membuat persaingan usaha menjadi rusak karena menepiskan kesempatan mencari keunggulan komparatif dan kompetitif dari suatu komoditas atau produk.

Sebab, kedua keunggulan itu baru bisa diperoleh jika ada persaingan usaha yang sehat. Apabila BUMN semacam Bulog juga diberi perlakuan spesial, produk yang bagus dari luar akan terhambat untuk masuk ke dalam negeri. "Sebaliknya, ini bisa menguntungkan pihak tertentu jika Bulog menggamit pihak lain sebagai perpanjangan tangan," ulas dia.

Sugiyono pun mengingatkan diskresi kepada Bulog ini sangat bisa mendapatkan protes keras dari dunia internasional sebab hal yang sama pernah terjadi. Jelang reformasi, Bulog sempat mengurusi berbagai impor komoditas. World Trade Organization pun melakukan protes keras sehingga ujungnya Bulog hanya ditugasi mengurusi komoditas penting untuk hajat hidup orang banyak, seperti beras dan gula.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengingatkan penugasan pada Bulog jangan sampai membuat monopoli terhadap impor komoditas ini terjadi. Swasta mesti mendapat kesempatan yang serupa dan adil. "Supaya harga itu juga bisa kompetitif," kata dia.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo menyatakan Perum Bulog masih berupaya melengkapi berbagai persyaratan untuk bisa mengantongi impor bawang putih. Saat ini perseroan masih harus menunggu surat penugasan dari Kementerian BUMN sebelum mengajukan izin ke Kementerian Perdagangan.

Deputi Bidang Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengakui pihaknya belum mengeluarkan surat penugasan impor bawang putih kepada Perum Bulog. Pasalnya, untuk menerbitkan surat itu, harus terlebih dulu ada rekomendasi dari kementerian teknis terkait, yakni Kementerian Pertanian. Namun, hingga kini Kementerian BUMN belum menerima surat rekomendasi itu. (Pra/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More