Sabtu 23 Maret 2019, 01:30 WIB

Lima PTN Luar Pulau Jawa Banyak Diminati

(S-1) | Humaniora
Lima PTN Luar Pulau Jawa Banyak Diminati

MI/ADAM DWI

 

DOMINASI pendidikan tinggi berkualitas masih di Pulau Jawa. Namun, pada SNMPTN 2019 disebutkan ada kecenderungan perbaikan kualitas perguruan tinggi negeri di luar Jawa. Hal itu terlihat dari sebaran pendaftar SNMPTN 2019 dari 20 besar PTN, 5 di antaranya berada di luar Jawa.

Terkait hal itu, Fetry Wuryasti dari Media Indonesia mewawancarai Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir terkait upaya pemerintah pemerataan kualitas perguruan tinggi di luar Jawa. Berikut petikannya. 

Apakah minat calon mahasiswa pada SNMPTN 2019 telah menyebar di PTN di luar Pulau Jawa?
Secara rata-rata perlu kami sampaikan kebetulan mutu perguruan tinggi di Indonesia makin baik. Perguruan tinggi dengan akreditasi A memang dahulu didominasi di Pulau Jawa. Namun, sekarang telah menyebar.
Dapat dilihat pada pendaftar dan diterima per provinsi. 
Selain itu, dari 20 PTN yang menerima mahasiswa paling banyak dalam SNMPTN, sebanyak 5 di antaranya merupakan PTN yang berada di luar Jawa, antara lain Universitas Sumatra Utara, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya di Palembang, Universitas Andalas di Sumatra Barat, Universitas Hasanuddin di Makassar.

Mengapa peminat mereka banyak?
Mereka sudah berakreditasi A. Artinya, saya simpulkan ternyata perguruan tinggi yang akreditasinya makin baik, mereka akan diserbu oleh calon pendaftar.
Jangan-jangan saya khawatir perguruan tinggi di luar Jawa itu yang mendaftar dari Pulau Jawa. Datanya belum tahu persis saya, tetapi yang jelas perguruan tinggi di luar Jawa yang semakin baik ini akan diserbu. 
Ini contoh tadi ada yang di Sulawesi lalu di Sumatra, karena mereka perguruan tinggi sudah terakreditasi A semua. Dahulu akreditasi A mungkin hanya di Pulau Jawa. Artinya, sebaran sudah mulai ke seluruh Indonesia.

Bagaimana dengan kawasan timur Indonesia?
Harapan saya ke timur Indonesia juga nanti ada universitas yang bisa meraih akreditasi A. Di Timur baru ada di Universitas Hasanuddin.
Semua masih di Sumatra dan Jawa. Nanti kami harapkan Bali akan semakin baik, demikian pula NTB dan Maluku juga makin baik. Mudah-mudahan ini akan mendorong sebaran pendidikan yang makin berkualitas.

Bagaimana yang tidak diterima di SNMPTN?
Kami ingin mencoba sebaran pendidikan ini makin merata dengan kualitas makin membaik. Harapannya, saya juga menyampaikan kepada rakyat Indonesia yang sudah mendaftar di PTN, apabila tidak diterima di PTN melalui jalur SNMPTN, masih ada dua kesempatan lagi, yaitu jalur SBMPTN dan jalur ujian mandiri.
Ini yang kami dorong semua dilakukan pada rakyat Indonesia. Apabila ketiga jalur itu tidak diterima, masih banyak perguruan tinggi Indonesia yang cukup baik. 
Saya memberikan arahan silakan mendaftar kepada perguruan tinggi negeri dan swasta yang terdaftar di dalam PDPT, pangkalan data pendidikan tinggi. Jangan mendaftar pada perguruan tinggi nonaktif. Bila statusnya nonaktif berarti ada masalah. 

Bagaimana dengan pemberian KIP kuliah?
Nanti kami usulkan di 2019 nanti melalui APBNP kami ingin menambah melalui KIP kuliah itu. Saya sudah ajukan ke Presiden. Anggaran di 2020 juga sudah kami masukan namanya KIP kuliah.
Amanat Undang-Undang (UU) No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi yang mengharuskan kuota mahasiswa tidak mampu di perguruan tinggi sebanyak 20%. Saat ini baru 8% yang bisa dipenuhi pemerintah.
Jadi, supaya 20% PTN bisa dikover. Sekarang baru 8%-10% penerima KIP yang masuk di perguruan tinggi negeri dan swasta. Ke depan 10% sisanya ini pemerintah bisa mengisi lagi. Ini di luar dari mereka yang dapat Bidikmisi. (S-1)
 

Baca Juga

ANTARA/ Novrian Arbi

Pahami dan Rencanakan dengan Nyaman Kontrasepsimu

👤Humaniora 🕔Senin 28 September 2020, 11:50 WIB
Keberhasilan program KB akan menghantarkan Indonesia untuk mewujudkan generasi emas dan meraih bonus demografi menuju Indonesia yang lebih...
ANTARA/ Sifa Yulinnas

Solidaritas Dibutuhkan, Sudah 123 Dokter Meninggal Akibat Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Senin 28 September 2020, 11:25 WIB
Dokter menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemi covid-19. Sudah saatnya semua pihak membantu tugas kemanusiaan dokter secara...
DOK/Biro Pers Setpres

Presiden Minta Rencana Vaksinasi Harus Matang

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 28 September 2020, 11:16 WIB
Segala hal yang terkait dengan pemberian suntikan vaksin harus disiapkan dengan detail sejak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya