Presiden Terus Pantau Penuntasan Rekonstruksi Terdampak Gempa

Penulis: Antara Pada: Jumat, 22 Mar 2019, 14:04 WIB Humaniora
Presiden Terus Pantau Penuntasan Rekonstruksi Terdampak Gempa

ANTARA/Ahmad Subaidi
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Gubernur NTB Zulkieflimansyah (tengah) dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo (kiri) saat tiba di Gedung Hakka, Dasan Tereng, Narmada, Lombok Barat, NTB, Jumat (22/3/20

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah terus berupaya menuntaskan rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah rumah terdampak gempa bumi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.    

"Saya tetap akan ke sini dan menyelesaikan program ini," kata Presiden saat berdialog dengan masyarakat penerima bantuan stimulan rumah rusak berat, sedang dan ringan di Gedung Hakka, Lombok Barat, NTB, Jumat (22/3).

Baca juga: ICW Usulkan Paket Pembenahan Partai Politik

Dalam dialog itu, ada peserta bernama Abdul Azis menanyakan kepada Presiden mengenai keberlanjutan program rekonstruksi dan rehabilitasi gempa di Lombok usai Pemilu 2019. Kepala Negara menjelaskan dirinya akan tetap mengunjungi langsung sejumlah daerah terdampak bencana.

Dia menegaskan pemerintah tidak hanya melakukan upaya rekonstruksi bencana di Lombok, melainkan juga tempat bencana lain seperti Palu, Donggala, dan Banten. Presiden mengatakan dua atau tiga bulan ke depan dirinya akan kembali mengunjungi Lombok untuk meninjau secara langsung progres rekonstruksi terdampak gempa.  

"Kenapa saya turun ke lapangan, karena betul-betul ingin melihat masalahnya dan segera menyelesaikan. Tapi saya pastikan Rp5,1 triliun sudah di sini, paling penting itu," demikian Presiden.

Anggaran rekonstruksi dan rehabilitasi bencana itu terdiri atas Rp3,5 triliun yang masuk pada Desember 2018 dan Rp1,6 triliun pada 2019 diberikan pada Maret 2019 kepada pemerintah daerah. (Ant/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More