Jumat 22 Maret 2019, 14:10 WIB

Indobuildtech Usung Architecture 4.0

Wisnu AS | Ekonomi
Indobuildtech Usung Architecture 4.0

Dok. Istimewa

 

INDOBUILDTECH kembali menampilkan ragam produk dan teknologi terbaru. Pameran tahunan material dan teknologi bangunan serta interior terbesar di Indonesia itu menghadirkan 500 exhibitor dari 13 negara serta menggelar 191 business programmes.

Ajang yang tahun ini memasuki 17 tahun penyelenggaraannya oleh PT Debindo-ITE kali ini mengambil tema besar yaitu Establishing Architecture 4.0. Lokasinya berada ICE BSD-City, Banten yang dimulai pada 20-24 Maret.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membuka perhelatan itu. Seiring dengan tren revolusioner teknologi material dan interior bangunan yang semakin mengutamakan inovasi, fitur ramah lingkungan dan berkelanjutan, para exhibitor menampilkan rangkaian produk top-brand terbaru untuk kebutuhan proyek konstruksi di sektor properti dan infrastruktur.

Para arsitek dan desainer interior memanfaatkan dukungan teknologi digital guna mengoptimalkan presisi, akurasi, efisiensi, dan efektivitas rancang bangun.

Baca juga: Kualitas SDM Jadi Modal Utama Pengembangan Jasa Konstruksi

Selain itu, selaku penyelenggara, PT Debindo-ITE bekerja sama dengan para pakar di bidangnya memberikan penghargaan Indobuildtech Sustainable Product Award melalui tahapan seleksi dan nominasi oleh tim independen dari berbagai asosiasi pendukung Indobuildtech.

Tema Establishing Architecture 4.0 dihadirkan secara signifikan dan sinergis dengan dukungan 23 asosiasi profesi dan asosiasi bisnis. Selain itu, Indobuildtech secara khusus menampilkan Architecture 4.0 Zone di Pre-Function Hall 5 dan Hall 6.

Di area itu, para pengunjung memperoleh pengetahuan tentang ragam teknologi, software, dan produk 4.0, serta pengalaman baru berkenalan dengan inovasi teknologi artificial intelligence (AI) dalam satu area. Menurut General Manager Debindo International Trade and Exhibitions Raditia Zafir Ahmad, banyak pengembang dan kontraktor yang ingin menerima desain secara digital.

"Contohnya aplikasi virtual reality dan augmented reality yang ditampilkan di sini. Virtual reality memungkinkan klien dapat merasakan suasana dalam rumah konsep. Augmented reality membuat klien dapat melihat desain contoh secara utuh," ujar Raditia.

Johannes Adika G sebagai co-founder Ars mengakui hal itu. Karenanya, ia menawarkan aplikasi Ars yang tersedia di Playstore dan Appstore. Desainer dan klien yang memakai aplikasinya tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri seperti India dan Brasil. (OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

Dampak Korona, Banyak Perusahaan Bertahan 1-3 Bulan Kedepan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 10 April 2020, 16:07 WIB
Arus kas ada yang satu bulan sampai dengan tiga bulan kedepan, lebih dari itu mereka harus cari stand by...
MI/M Ghozi

Buat Pemudik, Faisal Basri Ingatkan soal Daya Dukung RS di Daerah

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Jumat 10 April 2020, 15:43 WIB
"Sama halnya ketersediaan tempat tidur rumah sakit sama mengkhawatirkannya. Semua tujuan mudik utama di bawah rerata nasional,"...
Antara

Kenaikan HPP Diharapkan Bisa Memperbaiki Kesejahteraan Petani

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 10 April 2020, 15:29 WIB
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania berharap kenaikan Harga Pokok Pembelian (HPP) bisa turut memperbaiki...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya