Jumat 22 Maret 2019, 05:40 WIB

Lulusan SMK Didorong Berwirausaha

(Bay/H-2) | Humaniora
 Lulusan SMK Didorong Berwirausaha

psmk.kemdikbud.go.id

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong lulusan SMK untuk menjadi wirausaha. Untuk itu, pihak sekolah mesti berperan aktif mengembangkan jiwa kewirausahaan pada para murid.

"SMK di Indonesia mesti berbasis kewirausahaan. Ada beberapa program usaha yang elastis, tidak tergantung pada kalangan industri, misalnya bidang perhotelan, pariwisata, dan ekonomi kreatif," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada Seminar dan Pameran SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di Gedung Kemendikbud, Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan itu, Muhadjir meminta kalangan kepala sekolah untuk turut serta mengembangkan jiwa kewirausahaan. "Kepala sekolah jangan hanya bisa menghitung dana BOS (bantuan operasional sekolah) lalu memanfaatkannya dengan memperbanyak rombongan belajar. Kalau begitu, itu mental yang buruk. Jadilah kepala sekolah yang bermental wirausaha," tegasnya.

Muhadjir juga menyinggung kritikan bahwa lulusan SMK banyak menganggur. Menurutnya, data yang dikeluarkan Biro Pusat Statistik (BPS) itu merujuk pada kondisi awal Januari, manakala siswa SMK baru lulus sehingga belum banyak yang bekerja. "Saat memasuki Februari, sudah banyak lulusan SMK yang bekerja," ujarnya.

Meski begitu, ia menerima hal itu sebagai masukan dan bahan evaluasi bersama, antara lain dengan mendorong lulusan SMK untuk berwirausaha di tengah keterbatasan lapangan kerja. SMK juga didorong untuk berkolaborasi dengan dunia usaha dan industri, termasuk BUMN.

Muhadjir menambahkan, sesuai arahan Presiden Jokowi revitalisasi SMK disesuaikan dengan potensi wilayah setempat, seperti membangun SMK kopi dan SMK sawit yang kini tengah berjalan di beberapa daerah.

Pada kesempatan sama, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, menjelaskan kegiatan seminar dan pameran yang digelar di gedung Kemendikbud itu menjadi wadah bagi hasil karya siswa-siswi SMK sekaligus untuk menginspirasi SMK lain. Sekitar 87 SMK terlibat dalam pameran itu, juga sejumlah perguruan tinggi. (Bay/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More