Kamis 21 Maret 2019, 21:10 WIB

Millie Lukito dan Gus Nuril Kolaborasi Merawat Pluralisme

MICOM | Humaniora
Millie Lukito dan Gus Nuril Kolaborasi Merawat Pluralisme

ist

 

POLITIK hari ini boleh jadi diwarnai oleh berbagai perbedaan pendapat dan pandangan. Namun yang harus diingat ialah Sekali Indonesia Tetap Indonesia.

Itulah untaian semangat yang tercermin saat pertemuan dan menyapa para relawan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo–Ma'ruf Amin yang dihadiri oleh Millie Lukito, pengusaha dan filantropi, disertai oleh tokoh PBNU dan pimpinan Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Sokotunggal, KH Nuril Arifin Husein, yang baru saja tiba dari Jakarta untuk memulai lawatannya di Amerika Utara selama dua minggu.

Acara yang berlangsung santai dan hangat ini berlangsung semarak di Restoran Asian Taste yang merupakan salah satu landmark masyarakat Indonesia di New York, Kamis (21/3).

Selain silaturahim, acara ini juga bertujuan untuk menyatukan tekad dan semangat para generasi muda untuk tetap menjaga keberagaman. Turut hadir dalam acara ini wakil sesepuh masyarakat Indonesia di New York, seperti Soeko Prasetyo, Aryani Hamid, dan wakil dari kaum milenial Amanda Toar.
 

Baca juga: Dubes Prancis Hadiri Good French 2019 di Podomoro University


Dalam kesempatan tersebut, Millie Lukito mengingatkan para relawan yang hadir untuk terus menjaga pluralisme.

"Pluralisme adalah aset terbesar bangsa ini. Keberagaman, perbedaan suku, agama, adat dan tradisi adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang diberikan pada bangsa kita serta menjadi fondasi kekuatan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Untuk itu marilah kita menjaga persatuan dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa," ujar Millie, yang berasal dari etnis Tionghoa ini.

Pada kesempatan yang sama, Gus Nuril, yang juga dikenal sebagai Panglima Pasukan Berani Mati Jokowi–Ma'ruf ini, juga mengutarakan hal senada.

"Pertarungan Jokowi dan Prabowo itu bukan kepada Paslonnya, tetapi kepada siapa yang meng-hire dan pendukungnya kedua paslon itu. Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI Harga Mati. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan memilih paslon 01," jelas Gus Nuril.

"Sebenarnya, saya sudah enggan terjun di dunia politik tetapi karena Pilpres kali ini adalah penyelamatan bangsa dan negara maka mau tidak mau harus memenangkan 01 yang commit terhadap Pancasila dan UUD 1945," lanjutnya.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu ditutup dengan foto bersama. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More