Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembakar Bus

Penulis: (AU/N-1) Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 23:15 WIB Nusantara
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembakar Bus

ANTARA FOTO/Andreas Fitri

BUNTUT aksi pembakaran bus Antar Jaya nomor polisi AD-1644-CF di Pasekan, Balecatur, ­Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (13/3) lalu berdampak hukum. Polres Sleman, DI Yogyakarta, menangkap empat orang yang diduga pelaku dan lima orang lainnya di-nyatakan buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kasat Rekrim Polres Sleman AK Anggaito Hadi Prabowo, didampingi Kasubbag Humas Polres Sleman Iptu Edy Widaryanta, kemarin, menjelaskan mereka ditangkap karena melakukan tindak pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang atau perusakan.

Untuk diketahui, aksi pembakaran bus tersebut berlangsung sesaat setelah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus tersebut dengan seorang pengendara sepeda motor. 

“Warga menduga pengendara sepeda motor meninggal di tempat dalam kecelakaan,” katanya. Padahal, pengendara sepeda motor itu mengalami luka berat dan hingga saat ini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Sesaat setelah menabrak, bus memang tidak langsung berhenti. Bus berhenti sekitar 80 meter dari TKP. Tidak diketahui siapa yang menjadi pemicu, kata Kasat Reskrim, massa yang kemudian berkumpul memaksa para penumpang keluar, kemudian merusak bus dengan cara melempari batu, memukul dengan menggunakan besi atau dengan alat lainnya.

Setelah bus hancur, mereka kemudian menggoncang-goncangkan badan bus dan menggulingkannya. Setelah bus terguling terjadi aksi pembakaran. Namun, sejauh ini polisi masih menyelidiki siapa yang mengawali pembakaran.

Keempat orang yang kini dinyatakan sebagai tersangka ialah YS alias Santo, MRJ alias Bagong, TW alias Kotrek, dan YTM. Keempatnya warga Desa Balecatur, Gamping. Saat ini polisi mencatat YS alias Santo dan TW alias Kotrek melakukan pelemparan dengan batu, sedangkan dua tersangka lainnya mencongkel bagasi.

Anggaito menjelaskan keempat tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP atau Pasal 406 KUHP yang memberikan ancaman pidana hingga lima tahun. Adapun barang bukti yang diamankan antara lain batu-batu yang ditemukan di dalam bus, pipa besi, dan pakaian yang dikenakan tersangka.

Aksi keempat tersangka ini sempat terekam video yang diunggah warga di media sosial. “Kepada lima orang yang masih buron, kami berharap segera menyerah. Apalagi kami sudah tahu keberadaan mereka,” ujarnya. Ia berharap masyarakat yang mengetahui kasus itu bersedia memberikan keterangan ke polisi. (AU/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More