Warga Bergegas Persiapkan Masjid di Christchurch Pascateror

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 19:20 WIB Internasional
Warga Bergegas Persiapkan Masjid di Christchurch Pascateror

. (Photo by Tessa BURROWS / AFP)

WARGA Selandia Baru, termasuk polisi dan pedagang, bahu-membahu membersihkan Masjid Al Noor di Christchurch, agar siap dipakai untuk salat Jumat. Sepekan setelah peristiwa serangan teror yang menewaskan 50 orang.

"Petugas kepolisian bekerja tanpa henti, mengerahkan segala upaya untuk mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian. Dengan begitu, masjid dapat kembali digunakan secepat mungkin," ujar juru bicara kepolisian, merujuk Masjid Al Noor dan masjid lainnya di Christchurch yang menjadi sasaran teror pria bersenjata.

Sekelompok tukang bangunan, tukang kebun, tukang kaca dan pembersih karpet, memasuki area Masjid Al Noor pada Kamis waktu setempat. Mereka berupaya mengembalikan masjid dalam keadaan semula. Kawasan sekitar masjid dijaga ketat petugas bersenjata. Namun, masjid kemungkinan besar bisa digunakan umat muslim untuk menunaikan salat Jumat.

Sebanyak 50 orang tewas dalam serangan yang didalangi seorang supremasi kulit putih. Pelaku bernama Brenton Tarrant menembak secara membabi-buta di Masjid Al Noor, yang merenggut nyawa 42 orang. Serangan juga berlanjut di Masjid Linwood yang hanya berjarak beberapa kilometer (km).


Baca juga: Selandia Baru Minta Bersama Lawan Teror


Warga Christchurch, Jatinder Saggar, mengeluarkan undangan terbuka bagi umat muslim untuk bergabung dalam salat Jumat di masjid lokasi teror. Ajakan yang diunggah lewat jejaring sosial Facebook mendapat lebih dari 2.600 dukungan. Apabila masjid belum siap, salat Jumat bisa dilakukan di Hagley Park yang berlokasi di seberang jalan.

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengimbau warga mengheningkan cipta selama dua menit untuk memperingati tragedi Jumat lalu. Dia menegaskan panggilan salat akan disiarkan langsung jaringan radio dan televisi milik negara.

Langkah itu merupakan dukungan terhadap komunitas muslim. Perempuan Selandia Baru juga diminta untuk mengenakan selendang penutup kepala, sebagai tanda solidaritas pada Jumat besok.

"Kami akan berkumpul di sini pada Jumat untuk berdoa bersama-sama. Kami tidak akan meninggalkan masjid, karena hanya akan menyenangkan pelaku teror," ujar Imam Gamal Fouda kepada surat kabar Herald.

Imam Alabi Lateef Zirullah dari Masjid Linwood, mengungkapkan jemaahnya akan bergabung dalam salat Jumat di Masjid Al Noor.

Pihak kepolisian memastikan penjagaan terus berlanjut di sekitar masjid sampai masjid dibuka kembali. Hal itu untuk menjamin keamanan publik di rumah ibadah. (AFP/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More