Kamis 21 Maret 2019, 18:41 WIB

Rumput Tetangga Soroti Dilema Klasik Perempuan

Fathurrozak | Weekend
Rumput Tetangga Soroti Dilema Klasik Perempuan

Ist

Rumput Tetangga menjadi suatu istilah yang sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. Istilah ini biasanya  merujuk pada situasi seseorang melihat kehidupan orang lain terasa lebih baik daripada dirinya. Inilah premis yang diangkat dari film terbaru produksi RA Pictures.

Film ini berkisah tentang kehidupan ibu rumah tangga bernama Kirana. Ia setiap harinya mengurus suami dan anak-anaknya. Namun, Kirana digambarkan sebagai 'manajer' yang kurang cekatan dalam mengerjakan tugas-tugas domestik, seperti membuat kue yang gosong, sehingga ia mengalami krisis kepercayaan diri. Padahal, dulunya Kirana ialah perempuan aktif di sekolahnya, dan punya cita-cita terpendam untuk menjadi PR consultant.
 
Di sisi lain, ada Diana, wanita karier yang moncer rekam jejaknya. Namun, rupanya ia juga memiliki cita-cita yang belum terwujud. Melalui dua tokoh utama itu, Guntur Soeharjanto sebagai sutradara ingin menjadikan premis dalam film terasa dekat dengan penontonnya. 
 
"Dalam hidup itu, sawang sinawang. Itu filosofi dari Jawa. Lewat film ini, seseorang bisa merasa, dalam tahap ini, bagaimana bersyukur, bagaimana memanajemennya, karakter yang wakili banyak sosok di hidup kita.
Kita bisa bersyukur dan mewacanakan mau ke mana arah hidup kita," ungkap sutradara kelahiran Temanggung, Jawa Tengah ini, saat konferensi pers rilis poster film dan trailer Rumput Tetangga, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, (21/3).
 
Ide film ini muncul ketika bos RA Pictures Fransen Susanto sedang nongkrong di sebuah kafe. Ia mendengarkan percakapan ibu-ibu yang tengah membahas soal kehidupan artis maupun orang lain.
 
"Salah satunya ngomong, sambil liat ponsel, 'enak ya jadi Titi Kamal, duitnya banyak, bisa jalan-jalan.' Tapi, temannya malah bilang, mendingan jadi diri sendiri, ribet jadi artis, digosipin. Malamnya saya berpikir, ya itulah dilema yang dihadirkan dalam hidup, akan selalu lihat kehidupan orang lain lebih baik ketimbang diri sendiri, dan ini kadang muncul di diri saya juga. Nah, pertanyaannya, jika impian kamu tercapai, tapi tidak sesuai dengan kenyataan, kamu bisa hadapi nggak?" Cerita Fransen mengenai film yang dijadwalkan tayang reguler mulai 18 April ini.
 
Selain Titi Kamal dan Donita, film ini juga dibintangi aktor Gading Marten, Asri Welas, Astrid, Yeyen Lidya, dan Tora Sudiro, yang pernah bekerja sama bersama Guntur lewat film Otomatis Romantis (2008). Adapun lagu soundtrack dari film ini, Yang Kumau, dibawakan oleh Gisel. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More