Kamis 21 Maret 2019, 18:36 WIB

Moduit Tawarkan Investasi Mudah dan Murah Seperti Biaya Ngopi

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Moduit Tawarkan Investasi Mudah dan Murah Seperti Biaya Ngopi

Dok. Moduit

 

KEBIASAAN bersantai sambil ngobrol bersama kerabat di warung kopi sudah menjadi gaya hidup bagi anak muda jaman sekarang. Apalagi dengan menjamurnya kafe dan warung kopi versi kekinian dengan harga yang terbilang mahal untuk segelas kopi tak mengurangi rutinitas aktivitas tersebut meski cash flow akan terpengaruh.

Bahkan menurut survei melalui sebuah aplikasi Acorns, hampir setengah profesional di usia milenial menghabiskan penghasilannya untuk menikmati kopi sambil bersosialisasi di kedai kopi.

Mengikuti kebiasaan nongkrong di kedai kopi, membuat kaum milenial pun harus menyesuaikan diri dalam berpakaian. Belanja selera fesyen terkini yang kemudian mengambil sebagian besar penghasilan bulanan.

Selain berbelanja, masih belum banyak yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk dana darurat dan juga menabung demi kebutuhan finansial di masa depan.

Padahal dana darurat dapat membantu jika terkena masalah keuangan. Jumlahnya paling baik bisa meng-cover 3 sampai 6 kali lipat kebutuhan bulanan seseorang..

“Kalau sampai sekarang belum ada dana darurat, jangan panik. Bisa dimulai sedini mungkin. Caranya, disiplin sisihkan setengah uang jajan setelah gajian. Uang ngopi misalnya,” kata Jeffry Lomanto, CEO dan Founder Moduit.

“Coba hitung nilai konsumsi ngopi perbulan. Mulai dari seratus ribu pun jaman sekarang kita bisa berinvestasi. Kalau satu gelas kopi berharga tRp30 ribu, maka dalam sebulan sebenarnya  bisa ikut berinvestasi Rp600 ribu. Dari Rp600 ribu perbulan yang diinvestasikan secara reguler, akan menjadi simpanan di masa tua nanti,” imbuh Jeffry.

Lebih lanjut, Jeffry menjelaskan, investasi bisa dimulai dari menyisihkan 10% penghasilan bulanan lalu kemudian menentukan tujuan investasi hingga bisa menemukan jumlah aset yang ingin didapatkan.

Dengan demikian, perkiraan hitungan biaya dan jangka waktu yang dibutuhkan bisa menjadi rencana keuangan di masa depan.

Baca juga : Mudah Berinvestasi Reksa Dana Lewat Moduit

Pilihan investasi yang aman justru sekarang semakin variatif. Untuk pemula, ada investasi reksadana yang ditawarkan berbagai platform digital yang sudah terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Besar nominal investasi bulanan pun bisa disesuaikan dengan penghasilan bulanan. Ada banyak jenis reksadana yang bisa diikuti, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran
hingga saham.

"Mengelola keuangan ternyata bukan hanya tugas orang tua tapi bagi setiap orang yang telah memiliki penghasilan, mulailah lebih dini, apalagi untuk usia 20an sampai 30an tahun, usia produktif yang masih memiliki puluhan tahun untuk berkembang baik secara karir maupun penghasilan," ujar Jeffry.

Menyadari belum semua masyarakat Indonesia melek terhadap investasi berbasis aplikasi, Aplikasi Moduit yang mengutamakan pengalaman pengguna akan memandu proses registrasi dan mengingatkan kelengkapan data melalui pesan di platform komunikasi yang populer yaitu Whatsapp.

“Mudahnya investasi jaman sekarang semudah berbelanja online sebenarnya. Tinggal pilih jenis investasi yang diinginkan sesuai budget. Mulai dari menentukan tujuan keuangan, mengetahui seberapa besar resiko investasi yang bisa ditoleransi, kemudian memilih instrumen investasi yang diiinginkan, hal itu sama seperti saat memiilih warna dan ukuran baju ketika belanja di e-commerce. Setelah itu tinggal pantau perkembangan keuangan lewat platform tersebut. Kemudahan seperti inilah yang kami berikan melalui platform Moduit yang secara resmi kami luncurkan pada hari ini.” tegas Jeffry.

Saat ini Moduit menggunakan lebih dari 2 data center, sehingga dipastikan bahwa seberapapun banyaknya nasabah yang mengakses aplikasi Moduit secara bersamaan tidak akan mengalami kesulitan akses. Selain itu semua data akun nasabah beserta portfolio investasi yang terekam dipastikan aman dan dapat diakses setiap saat. (RO/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More