Kemendikbud Dorong Pelajar SMK Berwirausaha

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 18:02 WIB Humaniora
Kemendikbud Dorong Pelajar SMK Berwirausaha

MI/Rommy Pujianto

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) terus menggenjot program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)).Ke depannya, para pelajar dan komponen jenjang sekolah ini diharapkan mampu menjadi wirausaha atau entrepreneur.

“SMK di I ndonesia mesti mampu berbasis wirausaha karena ada beberapa program usaha yang sangat elastis dan tidak terpengaruh dunia usaha dan dunia industri atau DUDI misalnya perhotelan, pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy pada sambutan Seminar dan Pameran SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (21/3) .

Jiwa wiraushaa, lanjut Muhadjir bisa dicontohkan oleh kepala sekolah, sehingga kepala sekolah bukan hanya piawai dalam menghitung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saja.

“Jiwa wirausaha semua orang mempunyainya atau jiwa entrepreunership. Nah, kepala sekolah jangan hanya bisa menghitung dana BOS lalu memanfaatkannya dengan memperbanyak rombongan belajar atau rombel. Kalau begitu itu mental yang buruk. Maka jadilah kepala sekolah yang bermental wirausaha” tegasnya.

Dalam berwirausaha, lanjut Muhadjir harus berani pula mengambil resiko atau risk taker. Ia pun mendukung penuh langkah Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (DIkdasmen ) Kemendikbud mendorong dan meningkatkan kewirausahaan SMK.

“Jadi mari kita tancap gas melakukan revitalisasi SMK dan mendorong jajaran SMK melakukan wirausaha . Kita harus bekerja keras kendati anggaran terbatas, harus bergerak maju,”tegasnya.

Baca juga : 2019, Kemendikbud Revitalisasi 280 SMK

Muhadjir juga menyinggung adanya kritikan bahwa lulusan SMK banyak menganggur, menurutnya data yang dikeluarkan Biro Pusat Statistik (BPS) merujuk pada awal Januari yang dikeluarkan manakala siswa SMK baru lulus sehingga memang belum banyak yang bekerja.

Sedangkan memasuki Februari sudah banyak lulusan SMK yang bekerja, meski demikian, ia menerima hal itu sebagai masukan dan evaluasi bersama mengingat masih adanya keterbatasan lapangan kerja saat ini,

Muhadjir menegaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, revitalisasi SMK disesuaikan anggarannya pada sejumlah titik yang mesti produktif dengan melakukan variasi ketrampilan, misalnya membangun SMK kopi dan SMK sawit yang kini tengah berjalan di beberapa daerah.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengutarakan pelaksanaan pameran SMK menjadi wadah bagi hasil karya siswa-siswi SMK serta mampu menginspirasi SMK lain.

Sekitar 87 SMK terlibat dalam pameran ini yang memamerkan hasil karya para pelajar SMK, serta sejumlah perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogayakarta, Universitas Padjajaran, Politeknik Negeri Surabaya dan Politeknik Pelayaran Surabaya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More