Ketua Komisi C belum Terima Surat Permohonan Penjualan Saham Bir

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 10:45 WIB Megapolitan
Ketua Komisi C belum Terima Surat Permohonan Penjualan Saham Bir

Dok. DPRD DKI

KETUA Komisi C DPRD DKI Jakarta Santoso mengaku belum menerima surat pengajuan penjualan saham milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di PT Delta.

Ia mengatakan surat-surat dari Pemprov DKI biasanya akan diterima oleh Ketua DPRD DKI Jakarta terlebih dulu.

"Prosedurnya dari ketua akan mengarahkan ke komisi yang bersangkutan untuk membahas. Ya kalau penjualan saham sih memang seharusnya di Komisi C ya bidang keuangan," kata Santoso saat dihubungi, Kamis (21/3).

Karena itu, Santoso menganggap pengajuan itu belum ada. Ia pun tidak dapat membahas rencana penjualan saham tersebut di internal Komisi C.

"Ya kan DPRD bekerja berdasarkan aturan. Kalau mau membahas apa-apa, enggak ada surat, nanti hasilnya mau dikemanakan? Lalu dasar kita merekomendasikan itu kan mesti ada, berdasarkan surat dari ini ini, dilakukanlah rapat pembahasan, harus prosedural," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat itu.

Baca juga: Dukung Anies Jual Saham Bir, Wakil Ketua DPRD Lobi Anggota Dewan

Sementara itu, dari sisi Fraksi Partai Demokrat, pihaknya mendukung penjualan saham di perusahaan minuman beralkohol itu. Menuru Santoso, idealnya Pemprov harus menjadi regulator.

"Jika sudah dijual, nantinya Pemprov bisa memperketat izin peredaran minuman beralkohol lewat revisi peraturan daerah," terangnya.

Jika penjualan saham nantinya sudah disepakati, ia pun berharap KPK dan Kejaksaan Agung bisa ikut mengawasi. Tujuannya agar penjualan saham bisa berjalan lancar, bersih, dan transparan.(OL-5)

"Jangan sampai ada fee yang birokrat atau apa pun namanya yang memang dilarang untuk menerima itu. Jadi murni pure business to business. Nanti pendapatannya masuk di pendapatan lain-lain dari Pemda DKI Jakarta. Misalnya dapat berapa triliun, bermanfaatlah buat masyarakat DKI," tandasnya.(put)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More