Ribuan Santri di Sukabumi Terancam Golput

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 10:00 WIB Nusantara
Ribuan Santri di Sukabumi Terancam Golput

ANTARA/Nurul Ramadhan

Sedikitnya 500 santri di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi, Jawa Barat, terancam tak bisa menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2019. Pasalnya, mereka tak memiliki form A5 bagi pemilih pindahan dari tempat tinggalnya.

"Ada 500-an santri kami yang terancam tak bisa mencoblos saat 17 April nanti. Mereka terdiri atas siswa SMK, SMA, MA, STIMIK, dan yang di pondok. Mereka semuanya sudah memenuhi syarat sebagai pemilih," kata Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, kepada wartawan, kemarin.

Mereka merupakan santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Bangka Belitung, Lampung, Sumatra, Sulawesi, Jawa dan Banten.

Siswa dan santri di Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, berjumlah 1.048 orang. Fajar mengaku kebingungan karena selama ini tidak pernah ada sosialisasi dari KPU setempat.

"Kalau para siswa dan santri kami harus pulang saat 17 April nanti, saya rasa tidak mungkin," bebernya.

Baca juga: Pertebal Kemenangan, TKN Resmikan Rumah Kerja Relawan Bengkulu

Kasus seperti ini bukan kali pertama. Pada Pemilu 2014 lalu, kata Fajar, pernah kejadian serupa. "Kami selama ini selalu kebingungan karena tidak mengerti caranya kalau mau memilih di sini. Kami sedang berkonsultasi dengan KPU meminta solusinya. Kami minta kebijakan dari KPU," tuturnya.

Fajar yakin hal serupa bisa saja terjadi di pondok-pondok pesantren lainnya di Kota Sukabumi. Kalau tidak ada sosialisasi dari KPU ke pondok pesantren menyangkut proses pemilih pindahan, berarti dilakukan hal sama ke pondok pesantren lainnya. "Kami mohon ke KPU, kondisi seperti ini harus bagaimana?" tandasnya.

Logistik pemilu

Kapal pengangkut dua kontainer surat suara Pemilu 2019 yang tertahan di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mulai bertolak ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, kemarin malam. "Kapal motor Mentari yang mengangkut surat suara untuk Manggarai Barat dijadwalkan tiba di Labuan Bajo, dini hari," kata Kasubag Hukum KPU Manggari Barat, Happy Christyn Liwe saat dihubungi, kemarin.

Kapal itu tertahan di Reo karena mengalami kerusakan mesin sebelum sandar di pelabuhan itu. Setelah mesin selesai diperbaiki, kapal masih mengantre menunggu giliran untuk menurunkan muatan. Happy mengatakan setelah tiba, kapal langsung membongkar surat suara dengan pengawalan aparat bersama Bawaslu dan KPU menuju gudang.

Kekhawatiran melanda KPU Kota Cirebon, Jabar, sebab belum menerima surat suara untuk pemilihan DPRD Kota Cirebon. Ketua KPU Kota Cirebon, Didi Nursidi, mengungkapkan jika surat suara untuk DPRD Kota Cirebon rencananya baru akan tiba pada 27 Maret 2019.

Bawaslu Sulawesi Selatan menemukan 14 ribu lebih surat suara pemilu salah cetak untuk Kabupaten Sinjai dan Bulukumba. Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad mengatakan kesalahan cetak ditemukan pada proses sortir dan lipat surat suara oleh KPU daerah setempat.

Ketua KPU Provinsi Babel Davitri mengatakan surat suara tahap pertama yang tiba di Babel ialah surat suara DPR, DPRD provinsi/kabupaten dan kota. "Kemarin pukul 18.00WIB surat suara tiba di pelabuhan dan akan dibawa ke gudang PT Bangka Jaya Line untuk di bongkar dan di bagikan perkabupaten/Kota," tandasnya. (PO/UL/LN/RF/HK/DG/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More