Tarif MRT Sesuai Jarak Tempuh

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 09:20 WIB Megapolitan
Tarif MRT Sesuai Jarak Tempuh

ANTARA/Dhemas Reviyanto
USULAN TARIF MRT JAKARTA: Rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia melintas di kawasan Jakarta Selatan, Senin (22/10/2018).

Tarif moda raya terpadu (mass rapid transit/MRT) dipastikan akan mengikuti jarak tempuh yang dimiliki tiap penumpang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengajuan tarif berdasarkan jarak tempuh ini sudah berdasarkan pengkajian yang dilakukan menyeluruh.

 

Tarif MRT yang diajukan untuk disetujui DPRD DKI, yakni Rp1.000/km dengan asumsi subsidi Rp513 miliar per tahun. Dengan tarif tersebut, angkutan MRT akan memiliki tarif terendah Rp3.000 untuk jarak terpendek, yakni dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Fatmawati.

"Tarifnya itu menyesuaikan jarak tempuhnya. Jadi tiap titik keberangkatan dan kedatangan itu nanti akan menentukan besarannya. Tapi secara umum rata-rata kira-kira kurang lebih Rp1.000/ km," kata Anies seusai memberikan pengarahan di Musrenbang Jakarta Selatan, kemarin.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun menganggap tarif tersebut masih terjangkau bagi masyarakat. Tarif itu dinilainya juga telah mengakomodasi kemauan penumpang untuk membayar (willingness to pay) serta kemampuan untuk membayar (ability to pay).

"Itu semua sudah dimasukkan, juga termasuk bila harus menggunakan kendaraan pribadi, berapa biaya yang harus dikeluarkan, jadi sudah dimasukkan semua faktor itu," ujarnya.

Ia pun kembali menegaskan tarif MRT tidak akan digratiskan sesuai usul Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Tarif MRT itu sendiri belum ditentukan lantaran DPRD DKI belum menyetujuinya. DPRD DKI menilai subsidi yang diajukan PT MRT terlampau besar.

Kepastian tarif MRT itu dipastikan belum akan tercapai hingga diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3). Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Santoso memastikan pembahasan tarif MRT beserta kereta ringan atau LRT baru akan dilanjutkan Senin (25/3).

Baca Juga : Rapat Tarif Molor, Tarif MRT Belum Ada Hingga Resmi Beroperasi

Santoso menyebut awalnya pihaknya beserta Komisi B akan membahas bersama tarif kedua moda itu hari ini. Karena kesibukan para anggotanya, pembahasan tarif pun mundur.

Politiksu Partai Demokrat itu menjamin pada Senin (25/3) rekomendasi tarif MRT dari Komisi B dan Komisi C sudah dihasilkan sehingga bisa diajukan kepada pimpinan DPRD melalui rapat pimpinan gabungan (rapimgab).

Diperluas

Meski tarif MRT masih menjadi polemik, pembangunan angkutan massal itu terus diperluas. Pemerintah pusat telah menyetujui proposal rencana integrasi transportasi yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut proposal itu, lintasan MRT akan memiliki total panjang 231 km termasuk 100 km yang melalui kawasan pinggiran Ibu Kota hingga ke daerah penyangga.

Dirut PT MRT Jakarta William Syahbandar mengatakan untuk koridor selatan-utara nantinya akan memiliki total lintasan 26 km hingga 30 km. Adapun saat ini baru mencapai 16 km dari Lebak Bulus-Bundaran HI.

Lintasan MRT koridor barat-timur di dalam Jakarta akan memiliki total lintasan 31 km memanjang dari Ujung Menteng menuju Kalideres.

"Lalu nanti ada inner line, loop line, dan diagonal line. Selain itu yang melalui pinggiran ke daerah penyangga mencapai 100 km," kata William, kemarin. (Ssr/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More