Paslon 01 Beri Solusi Problem SDM

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 08:10 WIB Politik dan Hukum
Paslon 01 Beri Solusi Problem SDM

MI/ROMMY PUNJIANTO

PASANGAN calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai memiliki solusi mengatasi persoalan kependudukan dan kesehatan.

Hal itu tergambar dari paparan Ma'ruf Amin dalam debat ketiga, Minggu (17/3).

Menurut konsultan administrasi dan kebijakan kesehatan dari Universitas Indonesia, Purnawan Junadi, berbagai program dan kartu penjamin kesehatan, pendidikan, dan dalam waktu dekat akan diluncurkan kartu untuk pekerja, memberikan kepuasan kepada rakyat.

"Tujuan pembangunan adalah meratakan hasil pembangunan ke seluruh Indonesia, serta meningkatkan kualitas hasil pembangunan. Kini, indeks pembangunan manusia Indonesia sudah meningkat dari 68,9 menjadi 70,81. Sudah mencapai tingkat pembangunan manusia yang tinggi (high human development). Ini artinya, segala hal yang menyangkut manusia Indonesia sudah jauh lebih baik," jelasnya di Jakaarta, kemarin.

Dari indikator itu, Guru Besar UI itu menambahkan, untuk kepemimpinan nasional lima tahun mendatang, Jokowi-Amin sudah punya solusi ampuh atasi masalah harkat hidup orang banyak.

"Kini, sebanyak 26 dari 34 provinsi sudah mencapai tingkat high human development. Papua juga akan masuk kategori middle human development. Angka kematian bayi kita menurun dari 32 di tahun 2014 menjadi 24 pada 2018. Demikian juga dengan angka kematian balita menurun dari 40 menjadi 32 dalam waktu yang sama," paparnya.

Mengenai kesehatan, Purnawan juga menyatakan BPJS Kesehatan telah mencakup 217 juta peserta atau sekitar 77%. Dari jumlah itu, 131 juta penerima bantuan iuran.

Artinya, yang preminya dibayar pemerintah pusat dengan APBN sebanyak 95,6 juta dan melalui pemerintah daerah melalui APBD 34,7 juta orang.

"Mengenai kemiskinan, dengan angka 9,66% atau 25,67 juta penduduk miskin dinilai sebagai prestasi yang baik. Demikian juga peningkatan anggaran perlindungan sosial. Intinya, tidak boleh ada penduduk yang miskin sama sekali."

Solusi selanjutnya, kata dia, kartu Indonesia pintar (KIP) kuliah diyakini akan meningkatkan kualitas SDM dan dampaknya pendidikan akan meningkatkan dari strata ekonomi bawah menjadi strata ekonomi di atasnya.

"Kartu Prakerja juga menjadi jembatan dalam krisis mencari pekerjaan sehingga orang termotivasi mencari pekerjaan dan tidak menjadi jatuh miskin dalam proses pencarian kerja," tukasnya.

Realistis
Pakar kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany memuji visi cawapres Ma'ruf Amin di bidang kesehatan. Ia mengatakan apa yang diutarakan Ma'ruf jauh lebih realistis dan relevan ketimbang cawapres Sandiaga Uno.

Hasbullah menilai Ma'ruf mampu membaca bahwa kesehatan anak dan ibu adalah fondasi untuk menatap masa depan Indonesia.

Visi yang kuat mengenai kesehatan anak dan ibu dinilai akan memengaruhi kualitas negara yang bertekad menjadi negara maju pada 2045.

"Visinya sangat jelas bahwa pertama yang mau diinvestasikan untuk generasi yang akan datang ialah perhatian untuk ibu hamil, kandungan, dan gizi balita. Ini sangat penting karena anak yang lahir saat ini,  pada 2045 akan memasuki usia kerja. Jika mendapat gizi yang bagus, mereka akan cerdas," ujar Hasbullah.

Jika mayoritas angkatan kerja cerdas, imbuhnya, akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia adalah syarat sebuah negara untuk bisa tumbuh sebagai negara maju. (P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More