Rayakan Penembakan Selandia Baru, Seorang Karyawan di UEA Dipecat

Penulis: Antara Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 23:10 WIB Internasional
Rayakan Penembakan Selandia Baru, Seorang Karyawan di UEA Dipecat

Ilustrasi--thinkstock

SEBUAH perusahaan di Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan seorang karyawannya dipecat dan dideportasi setelah ia diduga merayakan pembunuhan massal di masjid-masjid di Selandia Baru pekan lalu.

Sedikitnya 50 orang tewas dan puluhan luka-luka dalam penembakan oleh seorang teroris di dua masjid di Christchurch pada Jumat (15/3) lalu.

Peristiwa itu tersebut merupakan kasus penembakan terburuk dalam sejarah Selandia Baru.  

Brenton Tarrant, warga Australia yang berusia 28 tahun dan tinggal di Australia, pada Sabtu (16/3) didakwa melakukan pembunuhan.    

Pada akhir pekan lalu, seorang karyawan Transguard membuat komentar-komentar yang menghasut di Facebook pribadinya dengan merayakan serangan tercela terhadap masjid-masjid itu di Christchurch, Selandia Baru, kata perusahaan keamanan Transguard dalam pernyataannya pada Selasa (19/3).


Baca juga: Ratusan Orang Hadir di Pemakaman Korban Penembakan Christchurch


"Kami punya kebijakan tanpa toleransi bagi penggunaan media sosial tak pantas, dan sebagai akibat tindakannya orang itu segera diberhentikan dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses," kata Greg Ward, pimpinan perusahaan.

Perusahaan itu mengatakan, karyawan tersebut dideportasi oleh Pemerintah UEA.    

Transguard, anak perusahaan Emirates Group, tidak mengungkapkan komentar-komentar karyawan tersebut yang diunggah di halaman Facebook-nya. Nama, kebangsaan, dan posisi karyawan juga tak diungkap.    

Para pejabat pemerintah UEA belum menanggapi permintaan untuk berkomentar. Seorang wanita juru bicara kelompok perusahaan itu mengatakan pihaknya tak punya keterangan untuk manambahkan pernyataan Transguard.  

UEA telah mengutuk serangan itu dan menyatakan bela sungkawa kepada keluarga korban dan Selandia Baru. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More