Divonis lagi, Fahmi Dapat Pesan Istri Belajar dari Nabi Ayub

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 22:05 WIB Nusantara
Divonis lagi, Fahmi Dapat Pesan Istri Belajar dari Nabi Ayub

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

TERDAKWA perkara suap fasilitas Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Fahmi Darmawansyah, divonis 3,5 tahun penjara dengan denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (20/3).

"Menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan korupsi secara bersama sama dengan dijatuhi hukuman 3 tahun 6 bulan penjara dengan denda sebesar Rp100 juta," kata Ketua Majelis Hakim Sudria saat membacakan vonis di Ruang
Sidang VI Pengadilan Tipikor Bandung.  

Vonis untuk suami dari artis Inneke Koesherawati tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yaitu hukuman pidana selama 5 tahun, denda Rp 200 juta dan subsider 6 bulan kurungan.    

Ada sejumlah hal yang memberatkan terdakwa, yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi dan mengulangi
perbuatannya menyuap penyelenggara negara.    

Sedangkan hal yang meringankan ialah terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, menyesali semua perbuatannya, dan memiliki tanggungan yaitu seorang istri dan dua orang anak yang masih sekolah.  

Majelis hakim memberikan tenggat selama tujuh hari untuk melakukan banding, dan dalam persidangan hakim juga mempersilakan kepada Fahmi yang sudah dijatuhi vonis untuk melakukan banding.

Fahmi terlihat berdiskusi dengan kuasa hukumnya terkait langkah ke depan proses hukumnya.  Setelah itu, Fahmi kembali ke bangku sidang dan menjawab pertanyaan hakim terkait pengajuan banding.    


Baca juga: Hubungan Asmara tidak Direstui, ABG Sukabumi Bunuh Diri


"Saya pikir-pikir dulu Pak Majelis," kata Fahmi saat ditanya oleh hakim.   

Usai persidangan, Fahmi mengaku putusan yang dijatuhi kepada dirinya itu adalah rencana Tuhan.    

"Jadi istri saya berpesan itu, kakak saya pesan, kita belajar dari kisah Nabi Ayub," katanya.

Mengenai aspek hukum, ia merasa perbuatannya itu tidak merugikan negara dan tidak merugikan orang lain. Namun ia mengaku dirinya bersalah.    

"Mungkin karena ini ada pelanggaran hukum. Saya bukan orang hukum yang mengerti itu penyelenggara negara atau bukan, dengan segala konsekuensinya saya terima," katanya.    

Istri Fahmi, Inneke Koesherawati, juga turut mendampingi suaminya untuk memberikan komentar. Ia tidak menyangka suaminya dapat hukuman tambahan.    

"Saya sering bilang sama suami saya apa pun yang nanti diputuskan sudah pasti ini yang terbaik dari Tuhan, jadi apa pun harus kita jalani kan, harus kita hadapi," kata Inneke.  

Sebelumnya, Fahmi mendekam di Lapas Sukamiskin karena telah menyuap pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). Kasus suap tersebut terkait dengan pengadaan monitoring satelit di Bakamla. (Ant/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More