Waspadai Siklon Veronika  

Penulis: Palce Amalo  Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 03:00 WIB Nusantara
Waspadai Siklon Veronika  

Ist

SIKLON Veronika yang melintasi Samudra Hindia menimbulkan gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tinggi gelombang antara 2,5 meter-5 meter mulai hari ini sampai Jumat (22/3). 

Sementara itu, tinggi gelombang di perairan selatan Pulau Sumba atau lokasi terdekat siklon Veronika mencapai 4 meter. 

Pelaksana Harian Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Ota Thalo mengatakan siklon Veronika memberikan dampak terhadap cuaca di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. “Masyarakat nelayan dan pelayaran harus mewaspadai potensi gelombang tinggi,” kata Ota Thalo, Rabu (20/3). 

Gelombang tinggi mengakibatkan operasional kapal ASDP di NTT berhenti operasi sejak Selasa (19/3) sampai kemarin belum kembali beroperasi.

Sementara itu, kapal cepat rute Kupang-Rute juga telah berhenti operasi. Cuaca buruk juga menyebabkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dipasok dari Depo Pertamina Reo maupun Bima, Nusa Tenggara Barat menggunakan jasa feri. 

Siklon tropis Veronika ini juga berdampak sampai ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kepala Kelompok data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, menyampaikan siklon tropis Veronika ini akan berpengaruh terhadap cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

“Pertama, terbentuknya palung tekanan rendah di selatan Jawa akan berpotensi menimbulkan hujan lebat, terutama di bagian selatan DIY,” kata dia.

Kedua, terbentuknya area konvergensi atau pertemuan/perlambatan angin sehingga menimbulkan pembentukan awan-awan hujan di DIY. Ketiga, menghangatnya suhu permukaan laut di perairan selatan Yogya mencapai 28-30 derajat Celsius. 

Tertimpa reruntuhan
Bencana hidrometeorologi juga memicu tanah longsor. Longsoran terjadi di Kota Batu, Jawa Timur. Supervisor Pusat Pengendalian Operasi BPBD Pemerintah Kota Batu, Ismu Buana, mengatakan longsoran menyebabkan satu keluarga mengungsi karena dapur dan kamar mereka rusak tertimpa longsoran.

Dari Tuban, banjir bandang dan angin puting beliung melanda sejumlah desa di Kecamatan Kerek. Bencana tersebut menyebabkan Wajianto, 16 pelajar MAN Salafiyah kelas X warga Desa Gemulung, Kecamatan Kerek, tewas tertimpa reruntuhan. Terjangan angin beliung juga menyebabkan 152 unit rumah serta sejumlah fasilitas umum rusak. 

Hujan dan angin kencang juga menerpa Banjar Dinas Juwet, Desa/Kecamatan Abiamsemal, Badung. Banyak pohonan tumbang. 

Dari Banyumas, banjir yang melanda Kecamatan Sumpiuh dan Tambak, dipicu curah hujan tinggi dan sejumlah pintu klep otomatis aliran sungai rusak. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemeliharaan Jalan dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Banyumas, Imam Pamungkas, mengatakan dari 48 pintu klep berbagai sungai yang mengalir di Tambak, Sumpiuh, dan Kremanjen, hanya 10 klep yang berfungsi baik. (AT/BN/YK/JL/LD/RS/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More