BPPT Pasang Buoy Terbaru 

Penulis:  (Nda/BN/N-2) Pada: Kamis, 21 Mar 2019, 02:45 WIB Nusantara
BPPT Pasang Buoy Terbaru 

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera memasang cable-based tsunameter (CBT) di Selat Sunda pada pertengahan April. Selain CBT, BPPT juga akan memasang beberapa buoy generasi terbaru buatan para peneliti di BPPT di lokasi yang sama dan sebagian Jawa Barat.

“Semula CBT akan dipasang pada akhir Maret, tapi karena ada masalah teknis, diundur menjadi pertengahan April,” kata Plh Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT, Dadan M Nurjaman, dalam acara Kongres Teknologi Nasional 2019 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (20/3). 

Pemasangan peralatan tersebut untuk mendeteksi gempa dan tsunami di sekitar Selat Sunda. Selain itu, pemasangan buoy generasi terkini untuk menggantikan peralatan buoy generasi pertama dan kedua, sumbangan dari negara asing, sudah banyak yang rusak karena usia. Selain deteksi gempa dan tsunami, peralatan deteksi dini banjir dan tanah longsor juga akan ditingkatkan. 

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan dalam beberapa bulan ini sejumlah daerah dilanda bencana hidrometeorologi termasuk di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Untuk mencegahnya, BPPT memiliki teknologi ­modifikasi cuaca yang selama ini digunakan untuk membuat teknologi hujan buatan guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. 

“Kita akan te­rus tingkatkan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi bencana hidrometeorologi. TMC selama ini dikenal untuk modifikasi cuaca hujan buatan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. TMC ini bisa dikembangkan juga untuk pemantauan rawan banjir dan tanah longsor,” tambahnya.

Sementara itu, dari Jawa Timur, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kota Malang terus meningkatkan kesiagaan menyusul seringnya Gunung Bromo erupsi. Guyuran abu vulkanis memaksa otoritas pengelola pariwisata di kawasan setempat menerapkan zona bahaya sejauh 1 kilometer dari kawah aktif gunung se­tinggi 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

“Memang erupsi sempat mengenai Cemorolawang, Desa Ngadisari, Probolinggo, Selasa (19/3) malam, tapi abunya tipis,” kata Kepala Seksi Wilayah I TNBTS di Probolinggo, Sarmin, kepada Media Indonesia.  (Nda/BN/N-2)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More