KPU Nilai Kampanye Rapat Umum Efektif Tekan Golput

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 18:24 WIB Politik dan Hukum
KPU Nilai Kampanye Rapat Umum Efektif Tekan Golput

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/

KAMPANYE rapat umum Pemilu 2019 yang dimulai pada 24 Maret hingga 13 April dinilai Komisi Pemilihan Umum akan efektif menekan angka golput saat hari pemilihan nanti.

Berdasarkan aturan dalam Pasal 4 Peraturan KPU nomor 23 tahun 2018, Komisioner KPU Ilham Saputra mengtakan, kampanye rapat umum merupakan kesempatan bagi pasangan calon presiden-wakil presiden maupun partai politik mengajak masyarakat untuk memilih dirinya.

Ia pun meminta peserta KPU turut aktif mengajak pemilih lewat cara kampanye positif untuk datang ke tempat pemungutan suara pada 17 April mendatang.

"Sebetulnya yang diuntungkan jika partisipasi pemilih meningkat adalah peserta pemilu. Sejatinya peserta pemilu harus melakukan kampanye yang baik, mengajak masyarakat ke TPS, bukan kemudian lakukan kampanye yang negatif. Mungkin saja penyebab golput itu karena kampanye negatif," ucapnya.

Baca juga : Genjot Partisipasi Pemilih, KPU : Jangan Sia-siakan Hak Pilih

Terpisah, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan bahwa zonasi untuk pembagian rapat umum atau rapat akbar sudah dibagi untuk peserta pemilu dan segera diimplementasikan. Masing-masing zona dibagi atas 17 provinsi.

"Nah sekarang semua peserta pemilu diminta agar mematuhi, menjalankan zonasi dan jadwal yang sudah di buat. Bukan hanya zonasinya tapi jadwalnya harus dipatuhi kapan ke zonasi A, kapan ke zonasi B. Jangan sampai nanti jadwalnya dia ke zona A tapi malah ke zona B," ujarnya.

Kampanye rapat umum, kata Arief bukan hanya dilakukan di tingkat nasional, namun nanti di elaborasi sampai ke tingkat bawah. "Makanya itu diturunkan sampai ke tingkat kabupaten/ kota," ujarnya.

Zonasi yang dilakukan sifatnya hanya berpindah lokasi daerah, bukan mengurangi hari kampanye. Setiap dua hari terjadi pertukaran zonasi antara peserta pemilu. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More