Rapat Tarif Molor, Tarif MRT Belum Ada Hingga Resmi Beroperasi

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 18:01 WIB Megapolitan
Rapat Tarif Molor, Tarif MRT Belum Ada Hingga Resmi Beroperasi

MI/Putri Yuliani

KETUA Komisi C DPRD DKI Jakarta Santoso memastikan pembahasan tarif Moda Raya Terpadu beserta kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) baru akan dilanjutkan pada Senin (25/3) mendatang.

Padahal Presiden Joko Widodo rencananya akan meresmikan pengoperasian MRT sehari sebelumnya yakni Minggu (24/3).

Santoso menyebut awalnya pihaknya beserta Komisi B akan membahas bersama tarif kedua moda itu besok (kamis, 21/3). Tapi karena kesibukan para anggotanya, pembahasan tarif pun mundur.

"Belum ada keputusan di internal. Sehingga akan dilanjutkan rapat pembahasannya hari Senin nanti. Harusnya besok sih, tapi masing-masing banyak agenda jadi dimundurkan Senin," ujar Santoso saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (20/3).

Baca juga : DPRD Minta Penataan Kawasan Stasiun MRT

Ia menegaskan MRT pun bisa terus melanjutkan uji coba publiknya hingga nantinya tarif ditetapkan. Pilihan lainnya, MRT tetap beroperasi tapi tidak bisa memungut tarif alias menggratiskan penumpang karena belum ada keputusan tarif.

"Ya tidak apa-apa diteruskan uji cobanya atau penumpang naik gratis. Hal yang tidak boleh itu kalau kita menggagalkan peresmian. Ini kan tidak. Hanya tarif saja belum selesai," ungkapnya.

Santoso yang juga politisi Partai Demokrat itu mengatakan pihaknya menjamin pada Senin nanti rekomendasi tarif MRT dari Komisi B dan Komisi C sudah dihasilkan sehingga bisa diajukan kepada pimpinan DPRD melalui rapat pimpinan gabungan (Rapimgab).

"Jadi pagi-pagi kami rapat, selesai. Siangnya kami ajukan ke Rapimgab," tukasnya.(put)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More