Proyek Kereta Api Trans Sulawesi sudah Habiskan Anggaran Rp7 T

Penulis: Lina Herlina Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 17:25 WIB Nusantara
Proyek Kereta Api Trans Sulawesi sudah Habiskan Anggaran Rp7 T

MI/Lina Herlina

SEJAK mulai dikerjakan 2015 lalu, dari lima segmen, untuk pembangunan proyek Kereta Api di Sulawesi Selatan, baru segmen satu yang rampung.

Hal itu diungkapkan Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri, saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bersama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meninjau progres proyek KA Trans Sulawesi di Barru, Rabu (20/3).

Menurut Zulfikri, pembangunan jalur Trans Sulawesi terbagi dalam lima segmen dengan jarak total 142 kilometer. Segmen satu sudah diselesaikan pada tahun 2015-2016 di Barru. Segmen dua melanjutkan dari segmen 1 ke arah utara, dari Pekkae ke Palanro (Barru).

"Total segmen satu dan segmen tiga ditambah dengan siding atau petak jalan ke Pelabuhan Garonrong sekitar 4,7 km. Dengan total 44 km dan akan diselesaikan tahun ini," jelas Zulfikri.

Bahkan untuk tahun ini, pememerintah sudah menyiapkan anggaran untuk penyelesaian proyek ke selatan menuju Makassar, Pangkep, Maros dan sepisifik ke Mandai.

"Mandai nantinya akan dijadikan stasiun integrasi. Ketika selesai juga telah disiapkan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dari Bandara Sultan Hasanuddin sampai ke Kota Makassar," seru Zulfikri.

Sementara untuk segmen empat, yaitu dari daerah Palanro hingga ke Parepare memiliki medan yang lebih berat.

"Ini mungkin kita masih lihat desainnya, karena medannya cukup berat. Kita coba melihat desain kami mulai dari awal desainnya nampaknya biayanya cukup tinggi untuk segmen ini," pungkasnya.

Karena sejak 2015 itu, proyek KA Trans Sulawesi tersebut sudah menghabiskan anggaran antara Rp6-7 triliun. Dan untuk Barru saja itu, menghabiskan Rp2 triliun.

"Tapi untuk tahun ini ada KPBU sebesar Rp1 triliun dari PT Perumahan Pembangunan (PTPP) tbk, sebagai pemenang tender. Dari 20 perusahan yang mengajukan," sebut Zulfikri.

Melihat hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku optimia dengan proyek tersebut. "Ini termasuk proyek yang lancar, karena temoatnya baru, investasinya besar dan butuh waktu. Sementara pemerintahkan harus membangun yang di Sumatera dan anggarannya di sini bertahap walaupun termasuk besar," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menambahkan, jika Kereta Api Makassar-Parepare direncanakan akan mulai beroperasi tahun depan. Ia berharap pengoperasian KA nantinya akan meningkatkan perekonomian warga dan mempermudah mobilitas masyarakat.

"Insya Allah tahun ini, khusus jalur Barru akan selesai. Dan akan dilanjutkan Barru-Parepare dan Barru-Pangkep-Maros-Makasar. Kalau ini selesai, kita pulang kampung tidak susah lagi karena akan cepat sampai," pungkas Nurdin. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More