Indonesia Tantang Uni Eropa secara Langsung

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 16:17 WIB Ekonomi
Indonesia Tantang Uni Eropa secara Langsung

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Kemarimitiman Luhut Binsar Pandjaitan memberi peringatan tegas kepada Uni Eropa untuk tidak bermain-main dengan Indonesia.

Peringatan tersebut dilontarkan langsung di depan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Geurend dan beberapa pelaku usaha asal kawasan tersebut. Sebagaimana diketahui, Komisi Eropa pada pekan lalu mengeluarkan aturan pelarangan penggunaan minyak sawit untuk bahan baku biodiesel karena dianggap berisiko tinggi dan tidak berkelanjutan.

Luhut merasa Uni Eropa sudah bertindak terlalu jauh dalam melakukan diskriminasi terhadap produk minyak kelapa sawit.

"Kami sudah berkali-kali sampaikan langsung, menjelaskan bagaimana sawit bekerja. Tapi kami bukan pengemis. Kami punya martabat dan kedaulatan yang tidak bisa diganggu siapa saja," tegas Luhut di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (20/3).

Baca juga: Andhika prasetyo

Ia menegaskan pemerintah dan masyarakat Indonesia memahami pentingnya pengembangan industri sawit yang mengedepankan kelestarian lingkungan.

Bahkan pemerintah telah melaksanakan moratorium perluasan lahan sawit untuk menyempurnakan tata kelola industri sawit.

Pemerintah juga memperhatikan kehidupan orang utan dengan menyediakan hutan-hutan khusus bagi mereka sehingga tidak akan bersinggungan dengan perkebunan sawit.

"Jadi jangan ajari kami soal lingkungan. Kami tidak akan buat kebijakan yang nantinya merugikan generasi penerus. Kami semua akan hati-hati dalam hal ini jadi tidak perlu ajari kami. Kami tidak bodoh untuk mengetahui mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak," ucap Luhut. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More