Gerindra Tepis Dukungan Erwin Aksa Terkait Posisi Wagub DKI

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 15:59 WIB Politik dan Hukum
Gerindra Tepis Dukungan Erwin Aksa Terkait Posisi Wagub DKI

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

POLITISI Partai Gerindra Mohammad Taufik membantah politisi Erwin Aksa akan menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta karena dukungan mantan kader Partai Golkar itu kepada calon presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Erwin Aksa pernah disebut-sebut akan dimajukan Partai Gerindra untuk menggantikan Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat pebisnis itu mengundurkan diri untuk maju mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019.

Terlebih hingga saat ini kursi wagub DKI masih kosong karena DPRD belum menentukan wagub DKI.

"Nggak ada kaitannya Erwin Aksa sama kursi wagub. Kalian saja yang suka 'nyambung-nyambungin'. Dia memang sahabat kita ya wajar kalau mendukung. Itu juga hak dia sebagai warga negara, boleh dong berbeda dengan pimpinannya," tegas Taufik saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (20/3).

Sementara itu, pihaknya saat ini masih menunggu proses pembentukan panitia pemilihan wagub. DPRD DKI Jakarta baru saja mengesahkan pembentukan panitia khusus guna menyusun tata tertib pemilihan serta mekanisme pembentukan panita pemilihan.

"Pansus baru saja dibentuk. Nanti mereka yang menyusun tatib dan mekanisme pemilihan serta panitia pemilihan. Terserah mereka nantinya mau pemilihan seperti apa," kata Taufik.

Ia juga menegaskan keputusan pemilihan wagub sepenuhnya mengikuti tatib yang disusun oleh pansus. Menurut Wakil Ketua DPRD DKI itu, pansus juga akan menetapkan prosedur yang harus ditempuh jika dalam dua kali proses pemilihan wagub jumlah anggota dewan yang hadir tidak kuorum dan rapat paripurna harus ditunda atau dibatalkan.

"Misalnya dua kali rapat paripurna pemilihan tidak kuorum pansus akan menetapkan apakah harus ada calon wagub yang baru atau seperti apa," ungkapnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More