Golkar Tetap Solid Bersama Jokowi

Penulis: MI Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 10:05 WIB Politik dan Hukum
Golkar Tetap Solid Bersama Jokowi

ANTARA/HO/Rizal

Ketua DPP Partai Golkar Erwin Aksa memilih nonaktif dari kepengurusan partai sampai Pemilihan Presiden 2019 selesai. Langkah itu menegaskan soliditas partai berlambang pohon beringin itu dalam mengusung Jokowi-Amin sebagai capres dan cawapres.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Meutya Hafid menjelaskan penonaktifan Erwin merupakan bentuk ketegasan Golkar untuk fokus dan all out memenangkan Jokowi-Amin bersama barisan Koalisi Indonesia Kerja.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin itu mengatakan pihaknya menghormati pilihan pribadi Erwin. Golkar, kata dia, tetap solid dan mantap dalam mengusung paslon 01. Semangat itu menjadi spirit seluruh kader Partai Beringin dari tingkatan pusat hingga ranting.

"Kami menghormati pilihan Erwin Aksa untuk nonaktif. Langkah ini sekaligus jadi bukti bahwa Golkar semakin solid dalam mengusung Jokowi-Amin. Dari pusat hingga ranting di daerah, semua ada dalam satu visi dan garis perjuangan yang sama untuk memenangkan pasangan itu," tegas Meutya di Jakarta, kemarin.

Dalam alam demokrasi, katanya, tidak tertutup bagi adanya pandangan yang tidak sama. Namun, di Golkar, garis kebijakan partai menjadi hal yang mengikat bagi setiap kader. Hal itu pula yang disadari Erwin sehingga dengan jiwa besar ia mengaku bukan lagi bagian dari Golkar.

Baca juga: Sebut Palapa Ring Program SBY, TKN : Jangan Hanya Bisa Nyinyir

"Golkar memang kadernya solid pada satu kesatuan visi dan semangat untuk memenangkan Jokowi. Golkar adalah Jokowi!" tandas Meutya.

Menurutnya, fokus dan perhatian Golkar semakin mantap menjelang 17 April 2019, yakni sukses pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Erwin mengakui memilih nonaktif dari kepengurusan Golkar sampai Pilpres 2019 selesai. Alasannya, ingin mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ia menyadari pilihannya berbeda dengan sikap partai dan hal itu dia lakukan demi persahabatannya dengan Sandi.

"Saya sadar dan memahami konsekuensi dari partai, saat ini saya tidak sejalan dengan partai. Namun, langkah saya ini bukan berarti tidak taat asas, melainkan demi persahabatan saya dan Sandi," ujar Erwin. (Pro/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More