Bangun dari Pinggiran telah Nyata

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 10:00 WIB Politik dan Hukum
Bangun dari Pinggiran telah Nyata

MI/FERDIAN ANANDA MAJNI

Menko Polhukam Wiranto selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) meninjau Sentral Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Pulau Morotai. Keberadaan SKPT di pulau terluar Indonesia itu masuk program Gerakan Terpadu Pembangunan Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas).

"Saya bersyukur sekali dapat menyaksikan satu program nasional kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, namanya SKPT Morotai. Terus terang melihat dan menyaksikan ini saya merasa sangat bangga bahwa ternyata program yang terpadu seperti ini dapat memberikan kese-jahteraan kepada masyarakat," ujar Wiranto di Morotai, Maluku Utara, kemarin.

Melalui SKPT, katanya, tangkapan tuna yang begitu banyak dapat diproses untuk pembekuan sehingga tidak mubazir. Selain itu, pendapatan nelayan saat ini juga mencapai Rp5 juta per hari karena tangkapan ikan yang tadinya harus berlayar hingga 8 mil, sekarang 3 mil sudah mendapatkan ikan tuna.

Baca juga: Potensi Daerah Perbatasan Makin Terlihat

"Itu semua hasil dari suatu program Nawacita ketiga, membangun dari pinggir-an dan saya kira ini suatu kemajuan. Apalagi, Pak Bupati sendiri sangat aktif untuk berupaya bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan potensi di daerah ini. Memang tidak sekali jadi, tapi bertahap," papar Wiranto.

Oleh karena itu, menurut dia, hasil dari program SKPT sekarang ini sangat memuaskan dan tinggal bagaimana mengembangkan yang sudah ada. Misalnya, ada rencana pengembangan agar di 23 daerah di Morotai menjadi Sentra SKPT, apakah nanti bahan bakarnya, pendinginnya, dan sebagainya sudah dipikirkan bupati.

"Baru saja saya meninjau ada pabrikasi untuk kapasitas ekspor ke Vietnam. Ternyata memang sudah sangat bagus. Artinya, kualitasnya sudah dapat dijamin dengan taraf internasional."

Untuk itu, Wiranto mengingatkan pentingnya koordinasi antara Menteri Perdagangan, Menteri Perhubung-an, kemampuan daerah, serta kebijakan sehingga semua disinkronkan. Intinya, apa yang terjadi di Morotai tersebut bisa membuka mata semua masyarakat, pusat, dan daerah bahwa banyak potensi daerah yang dapat menyejahterakan rakyat.

Negara hadir

Sementara itu, Bupati Pulau Morotai Benny Laos menegaskan konsep negara hadir yang ada dalam program Nawacita di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah terbukti keberhasilannya.

"Gerbangdutas sangat berdampak positif bagi kami masyarakat yang ada di daerah pinggiran. Kami bersyukur, mungkin Morotai satu-sa-tunya kabupaten yang cepat perkembangannya dan lengkap dalam pembangunan di daerah perbatasan," ungkap Benny.

Dalam membangun daerah pinggiran atau perbatasan, imbuhnya, pemerintah telah mengalokasikan dana pembangunan di tahun 2019 sebesar Rp11,24 triliun. Khusus di Kabupaten Pulau Morotai, dana yang diberikan sebesar Rp778,83 miliar. Dana tersebut berasal dari 14 kementerian/lembaga negara yang memiliki program kerja di bidang gerbangdutas.

Hadir mendampingi Menko Polhukam antara lain Seknas BNPP Suhajar Diantoro, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba, Kapolda Maluku Utara, Danrem, Kajati, Kabinda, serta sejumlah perwakilan dari kementerian/lembaga terkait. (P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More