Indonesia Jadi Tuan Rumah Kongres Notaris Dunia

Penulis: Muhamad Rizqi Hidayat Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 23:05 WIB Humaniora
Indonesia Jadi Tuan Rumah Kongres Notaris Dunia

ANTARA

IKATAN Notaris Indonesia (INI) akan jadi tuan rumah Kongres Notaris Dunia pada November 2019. Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Umum Ikatan Notaris Indonesia Tri Akbar Firdausyah pada acara Seminar Nasional Profesionalitas sebagai Basic Pelaksanaan Jabatan Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Selasa (19/3).

"Pertama kali di Asia. Selama ini diadakan di Eropa, Amerika, seputar situ. Tapi sekarang kita bisa tarik ke Asia," ujar Akbar.

Menurut Akbar, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah menjadi bukti bahwa Ikatan Notaris Indonesia berperan aktif mempertahankan eksistensi notaris. Agenda kongres November nanti selain memilih presiden notaris dunia, juga akan membahas masalah manusia sebagai subjek hukum.

"Di tengah revolusi industri 4.0, kemudahan berusaha dan teknologi akan banyak. Jadi ini bukti bahwa kita bisa berkontribusi untuk mempertahankan eksistensi notaris. Dengan bekerja sama dengan notaris dari negeri lain, kami ingin berperan aktif mempertahankan civil law. Dalam kongres juga akan membahas manusia sebagai subjek hukum dan memilih presiden notaris dunia," papar Akbar.

Selain itu, INI sedang berusaha untuk menjalin kerja sama dengan universitas guna meningkatkan kualitas notaris Indonesia. Akbar menekankan bahwa dalam pengajaran kenotarisan, teori saja tidak cukup. Pengajaran praktis di lapangan juga menjadi penentu kualitas para lulusan sekolah kenotarisan.

"Sekarang itu ada 43 prodi kenotarisan di Indonesia dan punya standar yang berbeda. Kami berharap ada memo kesepahaman untuk kerja sama. Karena kami yang tahu bagaimana kondisi lapangan. Bukan hanya teori. Teori dan praktik biasanya jauh beda," tuturnya.

Akbar berharap akan ada prodi lain yang menjalin kerja sama dengan INI guna meningkatkan standar kualitas para lulusan sekolah notaris. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More