Peneror Masjid akan Hadapi Kekuatan Hukum Penuh

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga denny@mediaindonesia.com Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 05:00 WIB Internasional
Peneror Masjid akan Hadapi Kekuatan Hukum Penuh

(Photo by David Lintott / AFP)

PERDANA Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berjanji pada Selasa (19/3) bahwa teroris yang bertanggung jawab atas pembantaian masjid yang mematikan Jumat (15/3) lalu akan menghadapi kekuatan penuh dari hukum. Janji Ardern itu disampaikannya saat dia bersumpah tidak akan menyebutkan nama si penyerang.

"Dia mencari banyak hal dari tindakan terornya, tetapi satu tujuannya, menjadi terkenal. Itu sebabnya Anda tidak akan pernah mendengar saya menyebutkan namanya," kata Ardern dalam pidato emosional pada pertemuan khusus parlemen, yang dibuka dengan sambutan salam dalam Islam, 'Assalaamualaikum'.

"Saya mohon kepada Anda, sebutkanlah nama-nama mereka yang tewas bukan nama orang yang membunuh mereka," katanya pada pertemuan di Wellington, empat hari setelah pembantaian di kota selatan Christchurch.

"Dia adalah seorang teroris. Dia adalah seorang penjahat. Dia adalah seorang ekstremis. Tetapi, ketika saya berbicara, dia tidak akan disebutkan namanya," katanya.

Warga Australia Brenton Tarrant, 28, ditangkap oleh polisi dan telah didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan. Namun Ardern meyakinkan parlemen bahwa tuduhan lain akan mengikuti tuntutan lainnya. "Dia akan menghadapi kekuatan penuh hukum di Selandia Baru," ujarnya.

Ardern telah menjanjikan reformasi undang-undang senjata Selandia Baru yang telah memungkinkan Tarrant untuk secara sah membeli senjata yang digunakannya dalam serangan itu, termasuk senapan semi-otomatis. "Orang yang melakukan tindakan-tindakan itu bukan dari sini. Dia tidak dibesarkan di sini. Dia tidak menemukan ideologi-nya di sini. Tetapi, itu tidak berarti bahwa pandangan yang sama tidak hidup di sini," katanya.

Kecam senator Australia

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memanggil Dubes Australia untuk RI Gary Quinlan dan mengecam pernyataan Senator Australia. Senator Queensland Fraser Anning menyalahkan Islam atas serangan di masjid-masjid di Selandia Baru.

"Saya bertemu Duta Besar Australia, H.E. Bapak Gary Quinlan dan menyampaikan kecaman Indonesia terhadap pernyataan Senator Fraser Anning dari Queensland tentang Penembakan Masjid Selandia Baru," cuit Menlu Retno lewat akun Twitter-nya @MenluRI Senin (18/3) malam.

Dalam pertemuan itu, Duta Besar Quinlan menyakinkan kembali bahwa pernyataan Senator Anning tidak mencerminkan posisi dan sikap pemerintah dan rakyat Australia. "Indonesia dan Australia sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam mempromosikan tole-ransi," kata Quinlan.

Sebelumnya, senator Fraser Anning memberi komentar terkait serangan teroris di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru.

Bukannya ikut bersimpati pada korban, Anning malah mengeluarkan kontroversial. Dia mengklaim bahwa meningkatnya imigran muslim yang diterima di suatu negara menjadi penyebab teror di masjid di Selandia Baru.

Teror yang terjadi di Selandia baru pada Jumat (15/3), telah menewaskan 50 orang. Seorang di antaranya adalah WNI. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More