Pemerintah Bantu Listrik Warga Miskin  

Penulis: Andhika Prasetyo   Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 04:00 WIB Ekonomi
Pemerintah Bantu Listrik Warga Miskin  

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan dana APBN sebesar Rp6 triliun untuk bantuan biaya penyambungan instalasi listrik baru secara gratis di rumah-rumah warga kurang mampu. 

“Tarif sambungan listrik itu masih banyak yang enggak sanggup,” ungkap ­Menteri ESDM Ignasius Jonan di gedung parlemen, Senayan, Selasa (19/3).

Menurut Jonan, rumah tangga miskin yang memerlukan bantuan biaya penyambungan instalasi listrik baru dengan daya 450 VA masih mencapai kurang lebih 1 juta. 

“Memang tantangannya ialah daya beli masyarakat atau saudara-saudara kita ada sebagian yang belum mampu membayar biaya sambung. Yang 450 VA, yang tidak mampu itu sekitar 1,2 juta rumah tangga,” jelas Jonan

Selain Kementerian ESDM, PT PLN (persero) juga telah menyediakan bantuan serupa. Bahkan, mereka sudah menurunkan biaya sambungan listrik untuk pelanggan 450 VA menjadi hanya Rp500 ribu. 

Tidak hanya itu, badan usaha milik negara (BUMN) lainnya pun melalui program corporate social responsibility (CSR) melakukan aksi memberikan bantuan sambungan listrik gratis. Hal tersebut dilakukan mengingat masih banyaknya warga kurang mampu yang belum bisa membayar biaya sambung listrik.

Jonan pun mengimbau pemerintah daerah (pemda) baik provinsi maupun kabupaten/kota mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk memberikan subsidi atas biaya penyambungan instalasi listrik baru di rumah-rumah masyarakat kurang mampu.  

“Tolong kepala dinas ESDM diberi tahu kepada gubernur, bupati atau wali kotanya, kalau ada disisihkan dari APBD untuk mendukung biaya sambung listrik,” pesan Jonan.

Upaya pemerintah dalam membantu pemasangan listrik tersebut merupakan salah satu cara untuk mengejar rasio elektrifikasi tahun ini sebesar 99,9 %. Tahun lalu, rasio elektrifikasi rumah tangga sudah mencapai 98,3%. 

Jonan memuji kinerja semua pihak terkait dengan raihan tahun lalu itu karena dalam kurun 4 tahun terakhir, rasio elektrifikasi meningkat hingga 14%. 

Jonan pun menegaskan komitmen pemerintah dalam melayani semua lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akses listrik dengan harga yang terjangkau.

Tahun lalu, Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR telah menyetujui alokasi subsidi energi sebesar Rp157,79 triliun dalam RAPBN 2019 atau mengalami kenaikan Rp1,25 triliun dari draf awal Rp156,5 triliun. 

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, perubahan alokasi pagu subsidi energi RAPBN 2019 ini terjadi karena adanya kenaikan asumsi nilai tukar sebesar Rp100. 

Subsidi pertamax   
Selain bicara soal listrik, dalam kesempatan itu Jonan juga mengungkapkan tentang rencana memberikan subsidi pada BBM jenis pertamax di 2020 mendatang. 

Menurut Jonan, hal tersebut merupakan usul dari bebe-rapa legislator di Komisi VII. Alasan memberikan subsidi pada pertamax agar masyarakat lebih banyak menggunakan bahan bakar minyak yang ramah lingkungan.  

Jonan mengatakan wacana itu akan bisa diajukan pada Rencana APBN 2020 mendatang. (E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More