Pelayaran Ditutup Sementara

Penulis: Palce Amalo Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 23:15 WIB Nusantara
Pelayaran Ditutup Sementara

Thinkstock

CUACA buruk di sejumlah perairan menyebabkan sejumlah penyeberangan ditutup. PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur, menutup sementara sejumlah rute penyeberangan menyusul cuaca buruk. Rute pelayaran yang ditutup ialah rute yang melewati Laut Sawu, yakni rute Kupang-Larantuka dan Kupang-Sabu-Ende. Sementara itu, pelayaran yang tidak melalui Laut Sawu, seperti rute Kupang-Rote dan Kupang-Kalabahi, tetap beroperasi. 

“Kami akan operasikan kembali armada kami sesuai dengan perkembangan cuaca dari BMKG Kupang,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang, Burhan Zahim, Selasa (19/3).

Sesuai dengan laporan BMKG, tinggi gelombang di Laut Sawu dan Selat Sumba berkisar 1-3 meter dan kecepatan angin  6-25 knot per jam.

Cuaca buruk juga melanda perairan Samudra Hindia, sebelah selatan Jawa Tengah dan DIY. Sebagian nelayan di Cilacap, Jawa Tengah, tidak melaut karena adanya gelombang laut tinggi. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cilacap, Sarjono, membenarkan bahwa cuaca buruk melanda Samudra Hindia membuat  nelayan tidak melaut. “Tetapi masih ada yang melaut meski waktunya tidak panjang dan tidak jauh dari pantai,” jelasnya.

Di tengah cuaca tidak bersahabat, para nelayan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tidak mendapatkan hasil tangkapan. Seperti diungkapkan Warkuto, 52, nelayan asal Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, yang melaut sejak pukul 04.00 hingga pukul 11.00 tidak membawa hasil. 
“Saya bersama 15 anak buah kapal melaut dan terpaksa pulang karena tidak membawa hasil,”  kata Warkuto.

Ancaman puso
Selain gelombang laut tinggi, hujan masih terjadi di sejumlah daerah. Hujan memicu banjir seperti terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sedikitnya 2.022 rumah di empat kelurahan di Kecamatan Babat, Lamongan, terendam banjir setinggi 20-40 cm. 

Banjir di dua kecamatan di Banyumas, Jawa Tengah, hingga kini belum surut. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemeliharaan Jalan dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Banyumas, Imam Pamungkas, mengatakan ada ratusan hektare sawah terancam puso karena masih terendam air setinggi 50-100 cm. 

Banjir juga melanda Kabupaten Purworejo dan merendam 1.874 hektare tanaman padi berusia rata-rata 75 hari. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro, mengatakan untuk tanaman padi yang gagal panen atau puso, Pemprov Jateng sudah menyiapkan asuransi baik asuransi yang ditanggung APBD maupun APBN.

Pada bagian lain, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat berjanji akan membangun permukiman baru bagi korban bencana banjir dan longsor di Kampung Culu dan Ceko Nobo, Kecamatan Bliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

“Untuk para korban, pemerintah memastikan akan dibangun kembali permukiman baru. Yang perlu diperhatikan adalah lokasi tempat yang nyaman untuk ditinggali. Benar-benar harus bebas dari banjir maupun longsor,” tegasnya saat mengunjungi para pengungsi, Selasa (19/3).
 
Dari DIY, PT Pertamina Marketing Operation Region IV menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul. Bantuan berupa sembako, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan pokok lainnya. (JL/YK/LD/HT/AT/YH/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More