Kibarkan Bendera Raksasa, Prajurit Kopassus Raih Rekor MURI

Penulis: Depi Gunawan Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 19:56 WIB Nusantara
Kibarkan Bendera Raksasa, Prajurit Kopassus Raih Rekor MURI

depi gunawan

PRAJURIT Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat sukses mencatatkan namanya dalam Museuem Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk pengibaran bendera terbesar di udara lewat aksi terjum bebas.

Aksi pengibaran bendera berukuran 9x6 meter itu dilakukan prajurit Kopassus saat penutupan pendidikan Para Dasar Taruna Akmil Tingkat 1v Tahun 2019 di Lapangan Udara Suparlan, Pusat Pendidikan Pasukan Khusus, Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (19/3).

Rekor itu diberikan langsung oleh Manajer Senior MURI Awan Raharjo kepada Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa.yang mengaku bangga dengan prestasi prajuritnya.

"Ini memang kemampuan yang tidak bisa dilaksanakan oleh prajurit biasa karena membutuhkan jam terbang yang cukup banyak, pengalaman, dan juga kemampuan untuk berpikir dalam situasi tegang, stres, mereka harus tetap kontrol diri dalam rangka untuk mengembangkan pengibaran bendera terbesar ini," kata Nyoman.

Sebelumnya, Kopassus juga memegang rekor pengibaran bendera terbesar dengan ukuran 7x5 meter. Kali ini, dengan ukuran yang lebih besar, prajurit Kopassus hanya berlatih selama 3 hari.

Rekor itu, lanjut Nyoman Cantiasa juga membuktikan kepada dunia bahwa prajurit Kopassus berisikan prajurit yang punya keahlian dan terlatih melakukan berbagai hal.

Baca juga : Kepala BNPT Sebut Pelibatan Kopassus Efektif Cegah Terorisme

"Prajurit bukan hebat, tetapi dia terlatih. Ini pesan yang perlu kami sampaikan. Yang kedua adalah prestasi atau karya ini kami manfaatkan juga untuk kegiatan-kegiatan non militer," tuturnya..

Nyoman Cantiasa menjelaskan, beberapa tugas non militer yang dijalani oleh prajurit Kopasssus diantaranya adalah misi membantu penanganan bencana alam, khususnya dalam menyalurkan bantuan di medan yang sulit dijangkau oleh warga sipil.

"Bahkan, penyaluran bantuan melalui jalur udara pun seringkali mengalami kendala. Oleh karena itu, penyaluran bantuan dilakukan dengan cara terjun bebas oleh prajurit yang terlatih," bebernya.

Sementara itu, Komandan latihan pemecahan rekor, Kolonel Inf Yudha Airlangga mengungkapkan, rekor MURI sebelumnya dilakukan pada akhir tahun 2018 di Bogor oleh tim yang berisikan 17 penerjun.

"Saat itu, pengibaran bendera Merah putih dilakukan di atas ketinggian 8.000-5.000 kaki dalam waktu 8-10 detik. Setelah itu, para penerjun berpencar untuk mengembangkan payungnya masing-masing," terangnya.

Dia menuturkan, berbagai tantangan dihadapi para prajurit saat pengibaran bendera di langit seperti faktor cuaca, traffic udara, skill penerjun serta bagaimana menyatukan skill para penerjun dalam waktu singkat.

"Tidak mudah membentangkan bendera di udara, waktu untuk membentangkan bendera itu maksimal 10 detik. Kalau lebih, penerjun berisiko saling bertabrakan, terbelit oleh bendera, atau bertabrakan saat mendarat," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More