Sahil Shah Terpukau oleh Alam Indonesia

Penulis: Tosiani Pada: Rabu, 20 Mar 2019, 00:45 WIB Hiburan
Sahil Shah Terpukau oleh Alam Indonesia

MI/PERMANA

AKTOR dan presenter Sahil Shah, 29, mengaku mengagumi keindahan alam Indonesia, terutama Pulau Sumba. Kekaguman tersebut muncul setelah ia melakukan trip ke berbagai daerah di Indonesia.

Sejak menjadi presenter eksplorasi destinasi wisata Indonesia di salah satu stasiun televisi, laki-laki yang lahir dan besar di India itu merasa beruntung karena mempunyai kesempatan mengunjungi dan menikmati keindahan alam Indonesia di berbagai daerah. Menurutnya, Indonesia memiliki tempat indah yang amat lengkap karena memiliki banyak pantai, gunung, air terjun, hutan, dan semuanya sangat menarik.

"Aku adventure dan merasa beruntung banget bisa jalan-jalan dan lihat Indonesia, dan wow! Tidak ada duanya lagi. Keindahannya lengkap, ada pantai, gunung, air terjun, budaya, tradisi, semua ada," kata Sahil saat berkunjung ke Kantor Media Group, Jakarta, Senin (18/3).

Yang paling membuatnya terkesan saat melakukan perjalanan di negeri ini ialah keramahtamahan penduduknya. Di mata Sahil, penduduk Indonesia hangat dan terbuka. Mereka memperlakukan orang asing yang datang seperti pepatah 'tamu adalah raja'. Bagi dia, Indonesia ibarat surga yang tersembunyi.

"Orang-orang di semua daerah sangat menarik. Mereka welcome banget saat diajak ngobrol, hangat, dan mereka memperlakukan tamu seperti raja. Itu semua sampai ke pulau terpencil, tempat yang untuk berbelanja saja harus menggunakan transportasi boat," ujarnya.

Sahil telah mengunjungi hampir semua daerah di Indonesia. Ia juga menyaksikan berbagai kesenian, tradisi, dan kebudayaan setempat. Namun, dari semua tempat yang pernah dikunjunginya, Pulau Sumba meninggalkan kesan paling dalam pada dirinya. Pulau Sumba memiliki alam pantai, gunung, air terjun, dan kain yang indah.

"Semua daerah sudah pernah dikunjungi. Tapi kalau disuruh milih, yang paling berkesan itu Sumba," ujar Sahil.

Selama berpetualang ke berbagai daerah di Indonesia, Sahil juga mencicipi makanan khas setempat. Menurut dia, lidahnya cocok dan suka dengan makanan Indonesia. Namun, ia paling menyukai nasi goreng yang ada di semua tempat.
"Saya suka nasi goreng. Itu paling favorit. Nasi goreng tidak ada duanya," katanya.

Setiap kali melakukan penjalanan ia selalu menyempatkan diri untuk berswafoto. Hal itu sebagai bukti ia pernah berkunjung dan menjadi kenangan. Foto juga berbicara tentang betapa indahnya alam Indonesia.
Namun, ia berpesan agar tidak melakukan swafoto di tempat yang membahayakan.

Karena alam Indonesia begitu indah, lanjutnya, harus dilestarikan. Oleh karena itu, ia juga berpesan kepada publik untuk memiliki kesadaran menjaga alam, antara lain tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuat coretan-coretan yang mengotori dan merusak alam. 

Film terbaru
Saat ini Sahil bersama timnya sedang aktif mempromosikan film terbaru mereka berjudul Kuambil lagi Hatiku. Film tersebut juga dibintangi aktris senior Ria Irawan, Lala Karmela, Cut Mini, dan Dimas Aditya. Dalam film tersebut, Sahil berperan sebagai Vikas, calon suami Sinta (Lala Karmela).

"Di film itu, pas mau nikah ada berbagai kejadian lucu, penuh konflik, tapi bisa diselesaikan secara aman," ujarnya.

Ia lalu bercerita, dalam film tersebut ada adegan dengan dialog menggunakan bahasa India. Karena Lala Karmela baru pertama belajar bahasa India, Sahil yang orang asli India, pada malam hari ia sering menerima voice note dari Lala untuk mengecek apakah bahasa India yang diucapkan Lala benar atau tidak. 

Menurutnya, Lala bisa belajar bahasa dan budaya India dengan cepat. Padahal, awalnya ia pesimistis. "Apalagi kita produksi hanya dalam waktu tiga minggu. Belajar bahasa itu sulit. Apalagi harus diisi emosi segala macam. 

Juga ada adegan tarian Ketag, yaitu tarian tradisional India yang tiap gerakannya memiliki makna sehingga enggak boleh salah. Tapi Lala bisa melakukan itu. Menurutku, Lala sangat keren memerankan karakter Sinta," tuturnya. (H-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More