Selasa 19 Maret 2019, 18:00 WIB

Piala Dunia 2022 Berpotensi Memperuncing Konflik Teluk Arab

Budi Ernanto | Internasional
Piala Dunia 2022 Berpotensi Memperuncing Konflik Teluk Arab

(Photo by RHONA WISE / AFP)

 

PRESIDEN FIFA Gianni Infantino disebutkan memiliki rencana agar Piala Dunia bisa diikuti oleh lebih dari 48 negara. Selain itu, dia juga menginginkan penyelenggaraannya di masa yang akan datang bisa dilakukan di lebih dari satu negara. Paling dekat, Piala Dunia akan digelar pada 2022 di Qatar.

Jika rencana ambisius Infantino itu direalisasikan tiga tahun lagi, ada yang menilai bahwa itu bisa meningkatkan ketegangan negara-negara yang terlibat konflik diplopatik di Teluk Arab. Qatar seperti diketahui kini dimusuhi oleh beberapa negara di sekitarnya karena dituduh mendukung terorisme.

Sementara Infantino justru optimistis bahwa gagasannya bisa membawa perdamaian di kawasan tersebut. "Ada risiko yang nyata jika harus menambah jumlah penyelenggara Piala Dunia, misal di Kuwait dan Oman. Kedua negara itu rentan terkena tekanan seperti yang diterima Qatar sejak 2017," kata peneliti Universitas Rice Kristian Coates Ulrichsen.

Baca juga: FIFA Optimistis Gelar Piala Dunia dengan 48 Negara

"Terlebih, Kuwait dan Oman memiliki sikap yang berbeda terkait konflik itu," sambung Ulrichsen. Kuwait dan Oman seperti diketahui memilih netral dan memposisikan diri mereka sebagai mediator.

Di luar ide Infantino, permusuhan bisa semakin parah jika ada yang kalah di Piala Dunia, teurtama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
"Usul untuk melibatkan Kuwait dan Oman, bukan Arab Saudi atau UEA, akan terasa pahit untuk Riyadh dan Abu Dhabi," kata Ulrichsen. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More