Dibandingkan Tahun Lalu, Pasar Saham Maret 2019 Lebih Kondusif

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 15:09 WIB Ekonomi
Dibandingkan Tahun Lalu, Pasar Saham Maret 2019 Lebih Kondusif

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

DI dua bulan pertama tahun 2019, pasar saham maupun pasar obligasi menguat. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) melihat pergerakan ini mirip dengan apa yang terjadi di dua bulan pertama tahun 2018.

Setelah itu, market berfluktuasi hingga akhir tahun 2018 ditutup negatif. Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja mengatakan tidak ada yang bisa memastikan apakah pola pasar tahun ini akan sama dengan tahun lalu yang terus turun hingga akhir tahun.

Baca juga: Kementerian Pertanian Terapkan Industri Pertanian 4.0

"Tetapi dapat kami sampaikan, pemicu penurunan yang terjadi di bulan Maret tahun lalu dengan saat ini boleh dibilang hampir semuanya sudah tidak ada. Kondisi saat ini sudah sangat berbeda, dan jauh lebih kondusif," ujar Freddy melalui keterangan resmi yang diterima, Selasa (19/3).

Dapat dibedah, indikator dan sentimen pada dua bulan pertama 2018 berbeda dengan 2019. Ada lima indikator yang bisa diteliti. Pertama, adalah ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Kedua, sentimen-sentimen yang ada di pasar finansial. Ketiga, kebijakan moneternya. Keempat adalah valuasi aset di pasar finansial. Kelima adalah arus dana masuk dan keluar.

Ekspektasi pertumbuhan ekonomi global 2018 lalu terus menguat, yang ditopang dengan adanya pemotongan pajak di AS. Ketika ekspektasi terlalu tinggi, saat ada sesuatu kekecewaan kecil, membuat pasar bergejolak. Kebalikannya di tahun 2019, ekspektasi pertumbuhan ekonomi rendah.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi global diturunkan. Jika sampai ada sedikit kejutan yang baik, ini bisa menopang pasar finansial. Itu perbedaannya. Ekspektasi tahun lalu cenderung ketinggian, sementara saat ini ekspektasi sudah berada di level yang sangat rendah," tandasnya. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More