Sinyal Dovish The Fed, BI Harus Pertahankan Suku Bunga

Penulis: Atalya Puspa Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 12:32 WIB Ekonomi
Sinyal Dovish The Fed, BI Harus Pertahankan Suku Bunga

MI/PANCA SYURKANI

PEKAN ini, The Fed dan bank sentral dunia akan melakukan pertemuan di masing-masing negara untuk memutuskan tingkat suku bunga ke depan. The Fed diprediksi akan mempertahankan tingkat suku bunga yang stabil pada pertemuan yang diadakan pada Rabu (20/3) waktu setempat.

Berkaitan dengan itu, pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bima Yudistira menyatakan Bank Indonesia tidak perlu terburu-buru merespon sinyal tersebut dengan turut menurunkan suku bunga.

"Bank Indonesia disarankan tetap menahan bunga acuan di 6%. Baru ketika Fed menurunkan bunganya, Bank Indonesia bisa mengikuti langkah itu," kata Bhima kepada Media Indonesia, Selasa (19/3).

Seperti diketahui, Bank Indonesia juga akan membahas tentang tingkat suku bunga pada Kamis (21/3) mendatang.

Baca juga: BI Prediksi Permintaan Hotel di Bali Meningkat

Sinyal dovish yang diberikan The Fed, kata Bhima, jangan menjadikan BI mengambil langkah terlalu cepat. Hal tersebut merupakan strategi agar dana asing masuk lebih deras ke pasar.

Dirinya menilai, jika Indonesia terburu-buru menurunkan suku bunga, dikhawatirkan akan berpengaruh pada bunga di pasar obligasi.

"Jika negara berkembang lain belum turunkan bunga tapi kita buru-buru turunkan dikhawatirkan bunga di pasar obligasi akan turun dan memicu pembalikan arah modal," tukas Bhima. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More