Prancis Difavoritkan di Piala Eropa 2020, Deschmaps Enggan Jemawa

Penulis: Antara Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 11:30 WIB Sepak Bola
Prancis Difavoritkan di Piala Eropa 2020, Deschmaps Enggan Jemawa

Didier Deschamps -- FRANCK FIFE / AFP

PRANCIS mungkin masuk dalam grup kualifikasi Euro 2020 yang seharusnya mudah. Namun, pelatih Didier Deschamps menegaskan timnya tidak akan menerima segala sesuatu begitu saja ketika mereka memulai kompetisi melawan Moldova pada Jumat (22/3).    

Juara dunia itu berada di Grup H bersama Moldova, Islandia, Albania, Turki, dan Andorra.    

"Sejarah menunjukkan Prancis sering bersusah payah menghadapi kualifikasi," kata Deschamps saat konferensi pers, Senin (18/3).        

Les Bleus kemungkinan akan menghadapi tim-tim yang sangat mengedepankan lini pertahanan mengingat Prancis mereka merupakan favorit juara grup.    

Baca juga: Cedera, Shaqiri Absen Bela Timnas Swiss

"Mereka kemungkinan akan menunggu dengan bertahan meskipun mereka juga bisa menyerang. Kami memiliki ruang yang sangat sedikit, kami telah menghadapi lawan semacam itu," kata Deschamps yang sukses membawa Prancis ke final Piala Eropa 2016 dan meraih gelar juara Piala Dunia  di Rusia pada tahun lalu.    

"Kami harus tepat dan lincah. Tapi itu tidak pernah mudah dan kami tahu itu. Kami tahu apa yang diharapkan. Ini bukan pertandingan yang ideal bagi kami."    

Setelah bertandang ke Chisinau, Prancis akan menghadapi Islandia di Stade de France, Senin (25/3).      

Dengan sebagian besar pemainnya yang terlibat dalam liga domestik pada Minggu (17/3), Deschamps hanya memiliki sedikit waktu untuk bersiap.    

"Kami sudah terbiasa. Hari ini dan besok sebagian besar untuk pemulihan dan kemudian kita memiliki dua hari untuk bersiap-siap," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More